Jurnal1jambi.com,- Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis mengikuti rapat lanjutan evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita secara virtual, Selasa (05/05/2026). Dari Ruang Rapat Puskodalopsdam II/Swj Palembang, capaian 281 titik pembangunan KDKMP dipaparkan sebagai tonggak penting penguatan ekonomi desa di wilayah Sumatera bagian selatan.
Rapat ini menjadi ruang ukur, sejauh mana program pemberdayaan ekonomi berbasis desa itu benar-benar bergerak dari konsep ke dampak. Di tengah tuntutan efisiensi dan akuntabilitas, digitalisasi forum evaluasi melalui video conference justru mempertegas arah: kerja nyata harus terukur, bukan sekadar terlapor.
“Progres pembangunan KDKMP di wilayah Kodam II/Sriwijaya telah mencapai 100 persen dengan total 281 titik,” ujar Mayjen TNI Ujang Darwis. Ia merinci, capaian tersebut tersebar di wilayah Korem 044/Gapo sebanyak 235 titik, Korem 045/Gaya 38 titik, serta Kodim 0418/Palembang 8 titik.
Capaian ini tak berdiri sendiri. Di balik angka-angka itu, ada kerja kolaboratif antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang menjadi simpul kekuatan pembangunan. Namun, publik tentu menanti lebih dari sekadar angka rampung yang diuji adalah sejauh mana koperasi itu benar-benar hidup dan menggerakkan ekonomi warga.
Kehadiran para pejabat utama Kodam II/Swj dalam forum tersebut, mulai dari Irdam hingga para asisten dan kepala satuan, menunjukkan keseriusan pengawalan program. Evaluasi ini sekaligus menjadi pijakan untuk memastikan bahwa pembangunan fisik tak berhenti sebagai simbol, melainkan berlanjut pada pengelolaan dan pengembangan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, koperasi bukan sekadar bangunan, melainkan instrumen kepercayaan. Jika dikelola dengan integritas dan keberpihakan pada rakyat, KDKMP berpotensi menjadi denyut baru ekonomi desa bukan hanya bertahan, tetapi tumbuh dan memberi harapan di tengah tantangan zaman.











