Jurnal1Jambi.com,- Sarolangun, 22/7/2025 — Di tengah meningkatnya risiko bencana ekologis akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia, peran aparat teritorial di garis depan menjadi sangat krusial. Babinsa Koramil 420-04/Sarolangun, Kopda Heki Marsa Putra, memilih tidak tinggal diam. Ia rutin melaksanakan patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah binaan Desa Sukajadi, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun.

Patroli ini bukan sekadar menjalankan tugas formalitas. Di lokasi-lokasi rawan, Kopda Heki menyambangi warga, menyampaikan pesan-pesan penting tentang bahaya Karhutla: kerusakan ekosistem, hilangnya sumber kehidupan, serta dampak kesehatan akibat kabut asap. Edukasi dilakukan secara langsung dan sederhana, agar pesan bukan hanya didengar, tapi dipahami dan dijalankan oleh masyarakat.

“Kerja mencegah lebih bernilai daripada memadamkan,” begitu kira-kira filosofi yang dibawa dalam setiap langkah patroli. Tak ditemukan titik api maupun asap hari ini, dan itu bukan sekadar kabar baik itu adalah bukti bahwa pendekatan preventif masih relevan dan efektif. Tapi keberhasilan ini tak boleh membuat lengah. Alam punya caranya sendiri untuk menguji kelengahan manusia.

Tugas Babinsa bukan hanya menyisir hutan dan lahan, tapi juga menyusup ke pola pikir masyarakat. Membentuk kesadaran bahwa membakar lahan bukanlah jalan pintas, melainkan pintu bencana. Patroli menjadi sarana membangun relasi dan rasa tanggung jawab kolektif, di mana masyarakat bukan hanya objek yang disuruh waspada, tapi subjek yang berdaya menjaga lingkungan.

Upaya pencegahan Karhutla ini merupakan bagian dari strategi besar TNI dalam mendukung program pemerintah untuk menekan kasus kebakaran hutan. Lebih dari itu, ini juga bentuk nyata komitmen aparat untuk menghadirkan perlindungan yang tidak hanya berbasis kekuatan, tetapi juga kepedulian dan pengetahuan lokal. Kekuatan sejati justru hadir dalam bentuk kehadiran yang konsisten dan komunikasi yang membangun.

Langkah seperti yang dilakukan Kopda Heki perlu mendapat sorotan dan dukungan. Sebab di tengah narasi pembangunan yang kerap mengabaikan sisi ekologis, ia justru menegakkan pondasi yang lebih berkelanjutan: menjaga hutan, berarti menjaga masa depan. Dan di situlah, peran Babinsa bukan sekadar pelindung wilayah, tetapi juga penjaga nalar kolektif untuk hidup berdampingan dengan alam.

share this :