Jurnal1jambi.com,- Pelaksanaan program revitalisasi PAUD Darul Miftah di Kampung Cintawana, Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, dipertanyakan setelah ditemukan sejumlah kondisi di lokasi pekerjaan pada Kamis (24/09/2026). Persoalan yang mencuat antara lain tidak terpasangnya papan informasi proyek serta dugaan penggunaan material konstruksi yang perlu dipastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis program.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian konstruksi, termasuk tiang yang sedang dikerjakan, tampak menggunakan besi yang secara kasat mata diperkirakan berdiameter 8 milimeter. Namun, ukuran tersebut belum dapat dipastikan sebagai ketidaksesuaian karena diperlukan pemeriksaan dan keterangan teknis dari pihak yang berkompeten sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.
Seorang pegawai yang ditemui di lokasi tidak memberikan penjelasan rinci mengenai pelaksanaan pembangunan. Sementara seorang guru menyebut kepala sekolah sedang tidak berada di tempat karena berada cukup jauh dari lokasi, sedangkan para pekerja disebut telah berhenti bekerja sekitar satu minggu.
Kepala PAUD Darul Miftah, Miftah, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa papan informasi bukan sengaja tidak dipasang, melainkan rusak akibat angin sehingga belum kembali terpasang. Terkait aspek teknis pembangunan, Miftah menyarankan agar koordinasi dilakukan dengan P2SP.

Ketua P2SP Firmanudin ketika dikonfirmasi melalui telepon mengakui bahwa besi yang digunakan untuk tiang berdiameter 8 milimeter, sedangkan baja ringan menggunakan ukuran C75 dengan alasan kondisi tertentu. Ia juga belum memberikan keterangan mengenai nilai anggaran program tersebut ketika dimintai konfirmasi.
Informasi yang diperoleh terkait pembangunan PAUD Darul Miftah menyebut nilai program berada pada kisaran Rp1 miliar lebih, namun angka tersebut masih memerlukan konfirmasi dan dokumen pendukung. Karena itu, ukuran material yang digunakan, spesifikasi baja ringan, nilai anggaran, serta kesesuaian pekerjaan dengan ketentuan program masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dari pengawas dan instansi terkait.
Persoalan tersebut kini menyisakan kebutuhan akan klarifikasi terbuka mengenai pelaksanaan revitalisasi, terutama terkait transparansi informasi dan kesesuaian teknis pekerjaan di lapangan. Pihak media menyatakan akan melanjutkan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk pengawas dan instansi berwenang, agar setiap informasi mengenai pembangunan PAUD Darul Miftah dapat diperoleh secara utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.(Aminudin)













