Jurnal1jambi.com,- Ketua Umum Organisasi Advokat dan Paralegal FERADI WPI sekaligus Pimpinan Firma Hukum SUBUR JAYA & Rekan, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.MDF., C.PFW., C.JKJ., C.FTAX., bersama jajaran FERADI WPI menghadiri ibadah di Gereja JPM (Jesus People Ministry) Bethany Nusantara, Cyber Mall lantai 2, Jalan Raya Langsep No. 2, Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 13/09/2026. Dalam ibadah tersebut, jemaat mengikuti penyampaian firman Tuhan, kesaksian hidup, serta kesaksian salah seorang hadirin yang mengaku mengalami kesembuhan.
Gereja JPM Bethany Nusantara dipimpin Gembala Sidang Adv. Robby Gunawan, S.H., S.E., M.H., yang juga merupakan anggota Organisasi FERADI WPI. Dalam kesempatan tersebut, Donny hadir bersama Adv. Eko Ponco, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Ketua DPC FERADI WPI Kabupaten Mojokerto M. Arifin, S.H., S.Sos., M.M., serta Wakil Ketua Umum III DPP FERADI WPI.
Dalam khotbahnya, Donny membagikan firman Tuhan dari Yesaya 49:15-16 yang berbicara mengenai kasih dan perhatian Tuhan kepada umat-Nya. Ia juga menyampaikan kesaksian pribadi mengenai pengalaman hidup yang dimaknainya sebagai bentuk kebaikan dan kasih Tuhan Yesus Kristus, termasuk kisah sederhana ketika keinginannya menikmati sate ayam secara tidak terduga terwujud dalam rangkaian kegiatan komsel dan pertemuan dengan tetangga.
Donny kemudian mengaitkan pengalaman tersebut dengan refleksi mengenai pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Ia menceritakan pengalaman ketika merasakan sakit saat menjalani proses penatoan pada Agustus 2026, yang kemudian membuatnya membayangkan penderitaan yang jauh lebih berat dalam peristiwa penyaliban sebagai bagian dari keyakinan iman Kristiani mengenai karya penebusan dosa.
Pesan yang disampaikan Donny menekankan bahwa pengalaman sehari-hari dapat menjadi ruang untuk merefleksikan kasih Tuhan. Ia mengajak jemaat melihat kehidupan dengan rasa syukur dan keyakinan bahwa setiap orang memiliki pengalaman yang dapat dimaknai secara spiritual dalam perjalanan imannya.
Pada akhir ibadah, salah seorang jemaat maju memberikan kesaksian mengenai kondisi tubuhnya yang sebelumnya mengalami rasa sakit cukup lama, terutama pada bagian pergelangan tangan kanan. Menurut kesaksiannya, saat mengikuti ibadah ia sempat tertidur ketika puji-pujian berlangsung karena merasa lelah, kemudian terbangun setelah merasakan seolah-olah tangannya ditarik dan mendengar bunyi “krekk” pada bagian pergelangan tangan tersebut.
Jemaat tersebut mengaku setelah kejadian itu kondisi tubuhnya terasa lebih segar dan rasa sakit yang sebelumnya dirasakan telah hilang, yang kemudian dimaknainya sebagai mujizat kesembuhan dari Tuhan. Kesaksian tersebut disampaikan sebagai pengalaman iman pribadi jemaat dalam ibadah, sementara aspek medis mengenai kondisi dan kesembuhan tersebut tidak disertai pemeriksaan atau verifikasi medis dalam keterangan yang diterima. Bagi jemaat yang hadir, momen tersebut menjadi pengingat bahwa iman, rasa syukur, dan pengharapan terus memiliki tempat dalam perjalanan kehidupan manusia.













