Jurnal1jambi.com,- 04/09/2026 Kasiops Korem 042/Gapu Kolonel Inf. Wahyu Alfiyan Arisandi, S.I.P., M.I.Pol., mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin, Kabupaten Batang Hari, Jumat (04/09/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan upaya penanganan Karhutla di lapangan berjalan cepat, terpadu, dan efektif.

Kegiatan tersebut bertujuan melihat secara langsung kondisi kawasan yang terdampak kebakaran sekaligus mengevaluasi langkah penanganan yang telah dilakukan oleh tim gabungan. Kawasan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian serius karena sebelumnya dilaporkan kembali mengalami kebakaran dengan luasan sekitar enam hektare, sementara kondisi medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan dalam proses pemadaman.

Dalam peninjauan itu, Kolonel Inf. Wahyu Alfiyan Arisandi bersama Gubernur Jambi meninjau area terdampak dan melakukan koordinasi dengan unsur gabungan yang terlibat dalam operasi penanganan Karhutla. Kehadiran TNI melalui Korem 042/Gapu menjadi wujud komitmen dalam mendukung pemerintah daerah memperkuat sinergi lintas instansi guna mempercepat proses pemadaman, pendinginan, serta mencegah meluasnya kebakaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Hari, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, personel TNI-Polri, serta unsur terkait lainnya. Seluruh pihak terus memperkuat koordinasi di lapangan mengingat penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat, ketepatan strategi, dan kerja sama yang solid.

Kasiops Korem 042/Gapu menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang masih berlangsung. Upaya patroli terpadu, pemadaman, dan pendinginan secara berkesinambungan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Secara situasional, peninjauan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan penanganan Karhutla dilakukan secara maksimal. Sinergi lintas sektor menjadi faktor penting untuk melindungi kawasan konservasi, menjaga kualitas lingkungan, serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat, seluruh unsur diharapkan mampu menjaga efektivitas penanganan Karhutla di Provinsi Jambi. Kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, aparat keamanan, dan instansi teknis menjadi kunci untuk mengendalikan kebakaran, mencegah munculnya titik api baru, serta menjaga kelestarian hutan dan lahan di wilayah Jambi.

share this :