Jurnal1jambi.com,- Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi memimpin rapat koordinasi Satgas Karhutla di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Jumat (21/08/2026). Rakor tersebut menjadi langkah penguatan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau.

Rapat dihadiri Bupati Sarolangun, Kapolres Sarolangun, Kejari Sarolangun, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kabupaten Sarolangun, Asisten Pemerintahan Pemkab Sarolangun, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Daops Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Pertemuan itu membahas kesiapan personel dan peralatan, pemantauan wilayah rawan, penguatan patroli, hingga mekanisme koordinasi dalam merespons setiap indikasi kebakaran.

Brigjen TNI Nyamin menekankan bahwa pencegahan dan kecepatan respons merupakan kunci dalam mengendalikan karhutla agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. “Penanganan karhutla harus dilakukan bersama-sama. Jangan menunggu api membesar. Setiap potensi kebakaran harus segera ditangani dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada,” tegasnya.

Menurutnya, setiap informasi mengenai titik panas maupun potensi kebakaran perlu segera diverifikasi di lapangan dan ditindaklanjuti secara terpadu. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan api dapat dikendalikan sejak dini, sekaligus mencegah penyebaran kebakaran ke kawasan yang lebih luas.

Selain respons cepat, Satgas juga memperkuat langkah pencegahan melalui patroli dan pemantauan di wilayah rawan serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesiapan personel, peralatan pemadaman, koordinasi antarlembaga, hingga pemantauan setelah proses pemadaman turut menjadi perhatian dalam rakor tersebut.

Karhutla memiliki dampak yang tidak terbatas pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, dan kehidupan sosial. Asap kebakaran dapat menurunkan kualitas udara serta jarak pandang, sementara paparan asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi kelompok rentan.

Karena itu, seluruh unsur Satgas Karhutla Provinsi Jambi didorong mempertahankan kewaspadaan dan mempercepat penanganan setiap laporan kebakaran, termasuk melakukan pendinginan serta pemantauan pascapemadaman untuk mencegah munculnya titik api kembali. Melalui koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat, upaya penanggulangan karhutla diharapkan berlangsung semakin cepat, terpadu, dan efektif demi melindungi masyarakat serta lingkungan.

share this :