Jurnal1jambi.com,- Muaro Jambi — Upaya mencegah aksi liar geng motor dan premanisme diperkuat melalui deklarasi bersama dan penandatanganan Pakta Integritas di Aula Kantor Camat Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis 20/08/2026. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan unsur pemerintahan, TNI-Polri, pendidikan, kepala desa, serta pelajar se-Kecamatan Mestong.
Deklarasi tersebut digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi geng motor, premanisme, kekerasan, maupun tindakan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Sejumlah unsur terkait hadir, di antaranya Camat Mestong Hermy Saputra, S.E., Danramil Mestong Kapten Inf. Abd. Rauf, dan Kapolsek Mestong AKP Hengky Lesmana, S.H.
Selain itu, kegiatan turut dihadiri lurah dan kepala desa se-Kecamatan Mestong, Korwil Pendidikan Kecamatan Mestong Agus, S.Pd.I., para kepala sekolah, serta siswa dan siswi di lingkungan pendidikan Kecamatan Mestong. Kehadiran unsur pendidikan dan pelajar menjadi bagian penting mengingat pencegahan aksi geng motor dan perilaku kekerasan membutuhkan pengawasan serta pembinaan sejak lingkungan sekolah.
Kapolsek Mestong AKP Hengky Lesmana, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk menolak dan mencegah aksi liar geng motor, premanisme, serta berbagai bentuk gangguan Kamtibmas. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan agar potensi keterlibatan pelajar dalam tindakan yang melanggar hukum dapat dicegah sejak dini.
Dalam deklarasi bersama, seluruh pihak menyatakan sikap menolak segala bentuk aksi geng motor, premanisme, kekerasan, intimidasi, tawuran, maupun tindakan lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Mestong. Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Pakta Integritas oleh unsur terkait sebagai bentuk kesepakatan untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Hengky juga mendorong para kepala sekolah dan unsur pendidikan meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap siswa. Edukasi mengenai bahaya geng motor, premanisme, tawuran, kekerasan, dan berbagai bentuk pelanggaran hukum dinilai penting agar pelajar memahami konsekuensi dari setiap tindakan sekaligus mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.09 WIB dan berlangsung aman, tertib, serta lancar dengan dukungan seluruh unsur yang hadir. Deklarasi dan Pakta Integritas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi komitmen bersama untuk menjaga lingkungan pendidikan dan masyarakat Mestong tetap aman dari aksi geng motor, premanisme, dan kekerasan.













