Jurnal1jambi.com,- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Jambi menghadiri penyerahan Unit Layanan Paspor (ULP) Muaro Jambi dari Kantor Imigrasi Kuala Tungkal kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi, Kamis (13/08/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Muaro Jambi tersebut dirangkaikan dengan panen melon sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Kegiatan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Muaro Jambi, para kepala kantor imigrasi di wilayah Jambi, serta sejumlah pejabat dan unsur terkait. Kehadiran lintas instansi tersebut memperlihatkan adanya koordinasi dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus mendukung program strategis pemerintah di daerah.

Penyerahan ULP Muaro Jambi menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan layanan keimigrasian bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi, layanan paspor diharapkan dapat diakses masyarakat secara lebih mudah, cepat, dan optimal.

Selain agenda keimigrasian, kegiatan dilanjutkan dengan panen melon yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan. Pemanfaatan lahan secara produktif tersebut menunjukkan bahwa program ketahanan pangan dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Kehadiran Kalapas Perempuan Jambi sekaligus menjadi bentuk komitmen jajaran pemasyarakatan dalam membangun sinergi dengan jajaran keimigrasian, pemerintah daerah, dan Forkopimda. Kolaborasi antarlembaga diperlukan agar program pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kepala Lapas Perempuan Jambi menegaskan bahwa sinergi antarlembaga memiliki peran penting dalam mendukung berbagai agenda pemerintah. “Sinergi dan kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus mendukung program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus mendorong hadirnya manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Pelayanan publik yang semakin mudah dan program ketahanan pangan yang produktif menjadi dua agenda yang dapat berjalan beriringan ketika didukung kolaborasi dan komitmen bersama. (Noval)

share this :