Jurnal1jambi.com,- MUARO JAMBI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II B Jambi terus memaksimalkan program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan kesenian Islami berupa latihan hadroh. Kegiatan yang digelar secara rutin pada Rabu (29/07/2026) tersebut menjadi salah satu upaya pembinaan mental dan spiritual sekaligus membangun karakter positif warga binaan selama menjalani masa pidana.

Kegiatan latihan berlangsung di area pembinaan Lapas Perempuan Jambi dengan mendapat perhatian dan pendampingan dari Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Jambi bersama jajaran petugas pemasyarakatan. Diiringi tabuhan rebana dan lantunan shalawat, para warga binaan dilatih memainkan alat musik hadroh sekaligus diajarkan nilai kekompakan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama dalam sebuah kelompok.

Dalam pelaksanaannya, petugas pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi turut berperan sebagai pendamping dan pembimbing bagi warga binaan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana pembinaan yang positif sekaligus memberikan motivasi agar para peserta dapat mengembangkan kemampuan bermusik dan mengikuti latihan dengan disiplin.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II B Jambi menyampaikan bahwa latihan hadroh merupakan salah satu bagian dari program pembinaan kepribadian yang memiliki nilai spiritual dan sosial. “Latihan hadroh ini bukan sekadar pengisi waktu luang, tetapi merupakan terapi spiritual. Melalui lantunan shalawat, kami berharap hati para warga binaan menjadi lebih tenang, lebih dekat dengan Sang Pencipta, dan kualitas keimanan mereka terus meningkat,” ujarnya saat meninjau sekaligus memberikan arahan kepada warga binaan yang mengikuti latihan.

Menurutnya, keterlibatan aktif petugas dalam mendampingi kegiatan pembinaan juga menjadi bagian dari upaya membangun interaksi yang positif antara petugas dan warga binaan. Hubungan yang dibangun melalui pendekatan humanis diharapkan dapat mendukung proses pembinaan sekaligus memperkuat tujuan sistem pemasyarakatan dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Kami, bersama seluruh petugas, berkomitmen untuk terus merangkul dan membimbing mereka. Bekal keterampilan kesenian dan ketahanan mental spiritual ini sangat penting. Harapannya, saat mereka bebas dan kembali ke tengah masyarakat nanti, mereka memiliki kepercayaan diri, keterampilan yang bermanfaat, serta nilai-nilai positif yang bisa dibagikan,” kata Kalapas.

Melalui pembinaan berbasis seni dan spiritual tersebut, Lapas Perempuan Kelas II B Jambi berupaya menghadirkan proses pemasyarakatan yang tidak semata-mata berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri. Dari lantunan shalawat dan ketukan rebana, terselip harapan agar setiap warga binaan memiliki bekal mental, spiritual, dan keterampilan positif sebagai modal untuk menata kembali kehidupan ketika kembali ke tengah masyarakat. (Noval)

share this :