Jurnal1jambi.com,- Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Program Magang Batch II melakukan kunjungan edukatif ke Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Kamis 21/05/2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pemasyarakatan itu menjadi upaya memperluas pemahaman peserta magang mengenai tugas dan fungsi pemasyarakatan secara langsung, tidak sekadar dari teori di ruang kelas.
Kunjungan tersebut disambut jajaran pegawai serta pejabat struktural Lapas Perempuan Jambi dengan pemaparan mengenai sistem pemasyarakatan, pola pembinaan warga binaan, hingga program pembinaan kemandirian dan kepribadian yang dijalankan di dalam lapas. Para peserta diajak melihat bahwa pemasyarakatan bukan hanya soal tembok dan pengamanan, melainkan ruang pembinaan untuk memulihkan manusia agar kembali siap hidup di tengah masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi penting bagi peserta magang. “Kami berharap melalui kunjungan ini, para peserta magang dapat memperoleh wawasan baru mengenai pemasyarakatan, tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga bagaimana proses pembinaan dilakukan untuk membentuk pribadi warga binaan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Selain menerima materi dan pengarahan, peserta magang juga diajak meninjau sejumlah area pembinaan di dalam lapas, mulai dari ruang kegiatan kerja hingga area pembinaan keterampilan warga binaan. Interaksi langsung itu memberi gambaran nyata tentang bagaimana proses pembinaan dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan.
Program kunjungan semacam ini dinilai penting untuk membangun perspektif publik yang lebih utuh terhadap dunia pemasyarakatan. Sebab selama ini, lapas kerap dipandang hanya sebagai tempat menjalani hukuman, padahal di dalamnya terdapat proses panjang membangun kembali kepercayaan diri, keterampilan, dan harapan hidup warga binaan.
Di balik pagar tinggi lembaga pemasyarakatan, ada ikhtiar panjang memanusiakan manusia. Dan melalui langkah kecil seperti kunjungan edukatif ini, pemahaman tentang pemasyarakatan perlahan dibuka lebih luas bahwa pembinaan yang baik bukan hanya tentang menjalankan aturan, tetapi tentang memberi kesempatan kedua bagi kehidupan.











