Jurnal1jambi.com,- Kapolres Tebo Triyanto melakukan pengecekan langsung pengamanan ibadah peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus di Gereja HKBP Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Kamis 14/05/2026. Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Kegiatan pengecekan turut dihadiri Kasat Intelkam Polres Tebo AKP Roviansyah, Kapolsek Tebo Ilir Adha Fristanto, Camat Tebo Ilir Yanto beserta jajaran, unsur Koramil 0416/03, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Sejumlah personel kepolisian juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan secara terbuka maupun tertutup guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama rangkaian ibadah berlangsung.
Dalam keterangannya, Triyanto menegaskan bahwa pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh proses ibadah berjalan lancar tanpa gangguan keamanan. “Memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman, mari kita jaga bersama kerukunan serta saling menghormati dalam kehidupan beragama,” ujarnya di sela kegiatan.
Kapolres juga menyampaikan bahwa pengamanan rumah ibadah merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Menurutnya, toleransi dan kerukunan antarumat beragama harus terus dijaga bersama, terutama dalam momentum hari besar keagamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Pendeta Gereja HKBP Raja Sakkot Siregar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pengamanan yang diberikan jajaran Polres Tebo. Ia mengaku setiap kegiatan ibadah di wilayah tersebut selalu mendapat dukungan pengamanan dari Polsek Tebo Ilir sehingga jemaat merasa lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan ibadah.
Di tengah keberagaman yang menjadi wajah Indonesia, menjaga rasa aman dalam beribadah bukan sekadar tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Sebab kerukunan tidak lahir hanya dari kata-kata, melainkan tumbuh dari sikap saling menjaga, menghormati, dan memastikan setiap warga dapat beribadah tanpa rasa takut ataupun khawatir.











