Jurnal1jambi.com,- Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir secara resmi melepas keberangkatan 155 calon jemaah haji Kabupaten Muaro Jambi tahun 2026 di halaman GOR Kota Baru, Jambi, Rabu 13/05/2026. Prosesi pelepasan itu berlangsung khidmat, mengiringi langkah para tamu Allah menuju perjalanan spiritual yang menjadi impian jutaan umat Islam.
Acara tersebut turut dihadiri Sekda Muaro Jambi Budhi Hartono, Kepala Kantor Kementerian Haji Muaro Jambi Hanafi, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Kehadiran para pejabat daerah menjadi bentuk dukungan dan perhatian pemerintah terhadap kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi masyarakat Muaro Jambi.
Dalam sambutannya, Junaidi H. Mahir menyampaikan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. “Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan mental, kesabaran, keikhlasan, serta disiplin dalam menjaga kesehatan,” ujarnya di hadapan para calon jemaah dan keluarga yang turut melepas keberangkatan.

Wabup juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kekompakan, saling membantu, serta mematuhi arahan petugas selama menjalankan ibadah di Arab Saudi. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh melalui pola makan dan istirahat yang cukup, mengingat ibadah haji memerlukan stamina dan ketahanan fisik yang tidak ringan, terlebih bagi jemaah lanjut usia.
Sementara itu, Hanafi menjelaskan bahwa 155 calon jemaah haji yang diberangkatkan terdiri dari 72 laki-laki dan 83 perempuan dengan rentang usia mulai 20 hingga 85 tahun. Ia memastikan seluruh dokumen perjalanan serta pemeriksaan kesehatan jemaah telah selesai seratus persen sehingga proses keberangkatan dapat berjalan lancar.
Di balik keberangkatan menuju Tanah Suci, ada doa dan harapan yang turut mengiringi setiap langkah para jemaah. Sebab haji bukan hanya tentang menempuh ribuan kilometer perjalanan, tetapi tentang pulang membawa nilai kesabaran, ketulusan, dan keimanan yang diharapkan mampu menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan daerah tempat mereka kembali berpijak.











