Jurnal1jambi.com,- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H menegaskan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai ujung tombak pembangunan daerah dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Pesan tersebut disampaikannya saat Apel Kedisiplinan dan Halal Bihalal ASN dan PPPK lingkup Pemerintah Provinsi Jambi usai libur Idul Fitri 1447 H, di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, 30/03/2026.
Apel tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H, para Staf Ahli Gubernur, Asisten, serta Kepala Perangkat Daerah. Momentum pasca Idul Fitri dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi moral dan profesional bagi ASN untuk kembali meneguhkan komitmen pelayanan publik.
Dalam arahannya, Al Haris mengapresiasi kinerja ASN yang dinilai tetap bekerja optimal di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan birokrasi. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas kerja harus terus dilakukan secara konsisten, karena efektivitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh integritas dan kesungguhan aparatur negara dalam menjalankan amanah.

Gubernur juga menyoroti capaian indikator makro daerah yang menunjukkan tren positif, di antaranya pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi yang bertahan di angka 4,93 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan stabilitas pembangunan daerah di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global yang tidak menentu, sehingga diperlukan kecermatan dalam mengelola sumber daya yang terbatas.
Ia mengingatkan agar seluruh perangkat daerah segera merealisasikan program kerja tanpa menunda pelaksanaan kegiatan, guna menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun anggaran. Belanja pemerintah, kata dia, memiliki efek signifikan terhadap pergerakan ekonomi riil masyarakat, sehingga ketepatan waktu dan kualitas pelaksanaan program menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Apel kedisiplinan diakhiri dengan halal bihalal dan saling bersalaman antara jajaran pimpinan daerah dan ASN sebagai simbol rekonsiliasi serta semangat baru dalam bekerja. Di tengah tantangan global yang terus bergerak dinamis, birokrasi dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga berani mengambil langkah strategis agar pembangunan tetap berjalan berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.











