Jurnal1jambi.com,— Rabu, 3/12/2025, suasana lantai 30 Hotel Horison Ultima Semarang terasa santai ketika Donny Andretti ditemui awak media sembari menikmati waktu renang. Namun di balik momen ringan itu, ia membawa kabar penting: Organisasi Advokat FERADI WPI yang dipimpinnya menerima undangan resmi dari Pengadilan Tinggi Surabaya. Undangan tersebut disampaikan melalui Tri Hartini dari Kepaniteraan Hukum, menandai langkah baru bagi para calon advokat yang sedang menunggu kesempatan disumpah.

Dalam surat resmi itu, Pengadilan Tinggi Surabaya menyatakan siap memfasilitasi penyumpahan advokat bagi 14 organisasi yang terdaftar. FERADI WPI masuk dalam jajaran organisasi yang dipercaya, berdampingan dengan sejumlah nama lain seperti PERATIN, PERWADI, KAI, hingga PERADI RAJA. Daftar itu tidak hanya mencerminkan keragaman organisasi advokat di Indonesia, tetapi juga menunjukkan ruang kolaborasi yang dibuka oleh lembaga peradilan.

Donny Andretti menjelaskan bahwa undangan ini menjadi momentum penting bagi FERADI WPI, terutama bagi calon-calon advokat yang telah menempuh seluruh tahapan pendidikan profesi. Bagi lulusan S1 Hukum yang telah mengantongi sertifikat PKPA dan lulus UPA, peluang ini menjadi pintu masuk untuk resmi menyandang status advokat melalui penyumpahan di Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Penyumpahan dijadwalkan berlangsung pada 11 Desember 2025. Donny menekankan bahwa FERADI WPI selalu membuka pintu bagi mereka yang ingin membangun karier advokat dengan integritas, dedikasi, dan komitmen pada pelayanan hukum. Bagi peserta yang memenuhi syarat dan ber-KTP Jawa Timur, pendaftaran dapat dilakukan langsung melalui dirinya sebagai Ketua Umum.

Undangan dari Pengadilan Tinggi Surabaya ini sekaligus mengukuhkan posisi FERADI WPI sebagai organisasi advokat yang diakui dan dipercaya. Di tengah dinamika profesi hukum, langkah ini menjadi sinyal bahwa jalur profesional tetap terbuka bagi mereka yang bersungguh-sungguh meniti karier, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip etik dan kualitas.

Seperti biasa, Donny menutup keterangannya dengan nada optimistis: bahwa setiap proses penyumpahan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal tanggung jawab baru. Ia berharap semakin banyak advokat yang lahir dari jalur yang bersih, terdidik, dan siap bekerja untuk publik sejalan dengan semangat FERADI WPI membangun profesi hukum yang lebih manusiawi dan berkeadilan.

share this :