Jurnal1jambi.com,— Konawe Selatan – Persidangan perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Andoolo, Selasa (16/9/2025), terus menjadi sorotan publik. Perkara bernomor 20/Pdt.G/2025/PN Adl ini menyeret tiga pihak tergugat: Lelly Uchee, PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN), dan PT. Bank Mandiri Tbk KCP Cokroaminoto Makassar.
Gugatan dilayangkan oleh Nurlan, mantan karyawan PT. WIN. Ia mengaku identitas pribadinya dipakai tanpa izin untuk membuka rekening di Bank Mandiri, yang kemudian digunakan dalam transaksi uang bernilai miliaran rupiah. Kasus ini dianggap janggal karena melibatkan perusahaan besar dan bank nasional.
Dalam sidang terbaru, PT. WIN menghadirkan tiga orang saksi yang semuanya merupakan karyawan internal perusahaan. Sementara itu, dua tergugat lainnya Lelly Uchee dan Bank Mandiri tidak menghadirkan saksi sama sekali. Kondisi ini membuat jalannya persidangan kian menarik perhatian.
Nurlan menegaskan bahwa dirinya diberi kesempatan majelis hakim untuk bertanya kepada saksi yang dihadirkan PT. WIN. Ia menyebut jawaban saksi akan menjadi catatan penting dalam memperkuat dalil gugatannya. “Saya tentu akan membuktikan dalil saya berdasarkan fakta-fakta yang saya miliki,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi kerugian serius yang dialaminya. Identitas pribadi yang dipakai tanpa izin berpotensi menjerat dirinya dalam kasus hukum yang bukan ia lakukan. Nurlan khawatir dana miliaran rupiah yang keluar masuk rekening tersebut bisa terkait tindak pidana, bahkan korupsi.
“Ini menyangkut catatan pajak penghasilan saya. Kalau uang yang masuk ke rekening atas nama saya ternyata berasal dari tindak kejahatan, maka saya yang akan menanggung akibat hukum. Itu jelas merugikan saya secara materiil maupun immateriil,” ungkapnya.
Di akhir pernyataan, Nurlan berharap hakim dapat memutus perkara dengan objektif. “Saya hanya berharap keadilan tetap berpihak pada kebenaran,” ujarnya. Sidang berikutnya di PN Andoolo pun diprediksi bakal semakin panas, mengingat bobot perkara yang menyeret nama perusahaan tambang besar dan bank nasional.












