Jurnal1jambi.com,- Merangin, 3/9/2025 — Di tengah kompleksitas dinamika desa dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kehadiran negara di akar rumput, Sertu Irianto, Babinsa Koramil 420-09/Bangko, memilih jalan sunyi namun berdampak mendekat dan mendengar. Melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Desa Bukit Beringin, Kecamatan Bangko Barat, ia tak sekadar menjalankan tugas formal, melainkan membangun jembatan empati antara rakyat dan negara.
Komsos bukan seremonial. Ini adalah bagian dari strategi Pembinaan Teritorial (Binter), tapi substansinya lebih dalam menghidupkan kembali kepercayaan publik terhadap TNI sebagai bagian dari masyarakat sipil yang berpikir, bertindak, dan merespons bersama. Sertu Irianto hadir tanpa podium, tanpa jarak berdialog di tengah warga, menyerap aspirasi yang sering tak terdengar oleh struktur birokrasi formal.
“Ini bukan soal hadir lalu pulang. Kami hadir untuk mendengar langsung denyut desa: keamanan, ekonomi, hingga persoalan sosial sehari-hari,” ungkapnya. Dalam era keterbukaan informasi, keterlibatan aparat teritorial bukan lagi tentang mengawasi, tapi tentang menjadi mitra berpikir dan penyambung solusi yang konkret.
Warga pun merespons hangat. Bagi mereka, Babinsa bukan sekadar representasi negara, tapi juga penyambung suara-suara kecil yang sering luput dari meja musyawarah kabupaten. Kepercayaan publik dibangun dari konsistensi: kehadiran rutin, dialog terbuka, dan kemauan untuk ikut menyelesaikan, bukan sekadar mencatat.
Dengan model pendekatan seperti ini, Komsos bukan hanya alat komunikasi ia menjadi alat demokratisasi di tingkat desa. Dan inilah yang ditawarkan TNI hari ini bukan sekadar komando, tapi kolaborasi.











