Jurnal1Jambi.com,- Langkah sunyi Serda Nobon Putra, Babinsa Koramil 420-01/Batang Asai, menelusuri Desa Kasiro bukan sekadar patroli rutin. Ia sedang menyisir potensi bencana yang kerap dipandang sepele kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah ancaman iklim yang makin tak bisa ditebak, inisiatif lokal semacam ini menunjukkan bahwa penjagaan terhadap bumi tidak harus menunggu perintah pusat atau sorotan media.

Patroli ini bukan sekadar kehadiran fisik, tetapi bentuk nyata dari kepedulian preventif. Deteksi dini dilakukan di titik-titik rawan seperti lahan gambut dan hutan lindung. Namun lebih dari itu, masyarakat juga diajak berdialog diedukasi tentang bahaya karhutla yang tak hanya merusak lingkungan, tapi juga mengancam kesehatan dan ekonomi warga sendiri. Inilah bentuk intervensi yang bukan hanya menyuruh, tetapi mengajak berpikir.

Serda Nobon tidak datang dengan wajah otoritas yang mengintimidasi. Ia mengedepankan pendekatan persuasif: menjelaskan, bukan menggurui. Warga diajak menyadari bahwa membuka lahan dengan api bukan solusi murah, melainkan pintu menuju bencana. Puntung rokok, api kecil, hingga pembakaran sisa panen disorot sebagai kebiasaan berisiko yang bisa diperbaiki, jika kemauan untuk berubah tumbuh bersama.

Lebih lanjut, langkah ini juga tak berdiri sendiri. Kolaborasi dengan Manggala Agni, kepolisian, dan pemerintah desa menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan bukan tugas satu pihak. Butuh orkestrasi lintas sektor, saling mengisi tanpa saling menyalahkan. Dalam sinergi ini, Babinsa tampil bukan sebagai pengawas, tapi sebagai penggerak mendorong kesadaran kolektif bahwa bumi adalah tanggung jawab bersama.

Membangun bangsa tak selalu harus lewat podium atau mimbar besar. Kadang, ia justru dimulai dari jalan-jalan kecil desa, dari ketukan pintu ke pintu, dari obrolan ringan yang menyentuh logika dan hati. Di tengah krisis ekologi yang kian genting, keberanian untuk bertindak dan mengedukasi seperti yang dilakukan Serda Nobon adalah bukti bahwa perubahan besar lahir dari langkah kecil yang konsisten.

share this :