Jurnal1Jambi.Com,- Jambi, Rabu (4/6/2025) – Aliansi Jambi (Alibi) mengeluarkan pernyataan sikap terkait maraknya praktik illegal drilling yang terjadi di kawasan Bukit Subur, Sungai Bahar, Unit Tujuh, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kegiatan ilegal ini semakin meresahkan masyarakat dan mengancam kelestarian lingkungan setempat.

Menurut laporan yang diterima, terdapat dugaan keterlibatan dua orang yang memiliki hubungan keluarga, dengan inisial SB dan YN, yang dicurigai mengkoordinasikan kegiatan illegal drilling tersebut. Aliansi Jambi mendesak pihak berwajib untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang terlibat.

Polda Jambi diminta untuk segera turun ke lapangan guna memeriksa dan menyelidiki lebih lanjut aktivitas tersebut. “Kami meminta agar Polda Jambi segera memanggil dan memeriksa yang bersangkutan, baik itu saudara SB maupun YN,” ujar juru bicara Aliansi Jambi.

Praktik illegal drilling yang terus berkembang di wilayah ini bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga membawa dampak buruk bagi keseimbangan alam. Aliansi Jambi menegaskan bahwa penegakan hukum harus segera dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Aliansi Jambi juga mengimbau kepada pihak berwenang untuk tidak menunda-nunda tindakan terhadap kegiatan illegal drilling yang sudah mengkhawatirkan. “Kami memohon kepada Polda Jambi untuk segera turun kelapangan guna menanggulangi kerusakan lingkungan yang semakin meluas ini,” tambah mereka.

Dalam kesempatan ini, Aliansi Jambi juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan, serta mengajak masyarakat untuk turut serta melaporkan praktik-praktik ilegal yang dapat merusak alam.

share this :