Jurnal 1 Jambi. Com. Acara buka bersama yang diadakan oleh Gubernur Jambi pada Minggu, 23 Maret 2025, di Aula Samping Rumah Dinas Gubernur Jambi berujung ricuh. Banyak undangan dari LSM, ORMAS, dan wartawan yang kecewa karena tidak mendapatkan takjil maupun bingkisan yang dijanjikan.

Acara ini mengundang Ketua Organisasi Masyarakat (ORMAS) yang aktif dan terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi. Selain itu, LSM dan wartawan turut diundang. Dan LSM, ORMAS dan Wartawan yang Tidak terdaftar di Kesbangpol turut di Undang Namun, dalam pelaksanaannya, masyarakat umum juga ikut hadir, menyebabkan jumlah peserta melebihi kuota yang dipersiapkan panitia.

Buka puasa bersama ini berlangsung di Aula Samping Rumah Dinas Gubernur Jambi, yang sebelumnya merupakan kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pembagian bingkisan dilakukan di dua tempat, yaitu di Gedung X Kantor PU untuk ORMAS dan LSM, serta di batas pagar Rumah Dinas Gubernur untuk masyarakat umum.

Insiden ini terjadi pada hari Minggu, 23 Maret 2025, pukul 17.00 WIB, saat acara buka bersama berlangsung dan semakin memuncak ketika pembagian bingkisan dilakukan dari Jam 19.00 Wib

Menurut pantauan tim media, kekacauan terjadi karena beberapa faktor:

Kurangnya Koordinasi Panitia – Panitia hanya menyiapkan 450 bingkisan, sedangkan peserta yang hadir mencapai lebih dari 600 orang.

Tidak Semua Undangan Mendapatkan Takjil – Sebagian besar LSM, ORMAS, dan wartawan yang hadir tidak mendapatkan takjil berupa nasi kotak dan kolak cendol.

Absensi Ketat dalam Pembagian Bingkisan – Bingkisan hanya diberikan kepada ketua ORMAS dan LSM, sementara anggota mereka tidak kebagian. Begitu pula dengan wartawan, yang hanya menerima satu bingkisan per media, menyebabkan ketidakpuasan di kalangan jurnalis yang hadir lebih dari satu orang per media.

Perbedaan dengan Tahun Sebelumnya – Tahun 2024, semua undangan mendapatkan makanan dan bingkisan secara merata. Kali ini, pembagian bingkisan terasa diskriminatif dan tidak terkoordinasi dengan baik.

Kehadiran Masyarakat yang Tidak Diundang – Kehadiran masyarakat umum yang ikut mengantri untuk mendapatkan bingkisan memperparah situasi, menyebabkan para undangan yang seharusnya mendapatkan jatah malah pulang dengan tangan kosong.

Kekecewaan terlihat jelas di wajah para LSM, ORMAS, dan wartawan yang terpaksa pulang tanpa makanan berbuka maupun bingkisan. Sebagian besar dari mereka bahkan harus mencari tempat makan sendiri setelah acara karena tidak mendapatkan takjil saat berbuka. Kekacauan ini mencoreng citra acara yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sipil.

Acara buka bersama yang seharusnya menjadi momen kebersamaan justru berubah menjadi kekecewaan akibat kurangnya perencanaan dan koordinasi panitia. Evaluasi mendalam perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Jika pemerintah ingin menjaga hubungan baik dengan LSM, ORMAS, dan wartawan, maka transparansi, keadilan, dan manajemen yang lebih baik dalam acara serupa harus menjadi prioritas utama. Menyimak dari Kata Sambutan Bapak Gubernur Al Haris , masyarakat juga belum mengetahui berapa banyak Anggaran APBD Provinsi Jambi yang digelontorkan untuk acara Buka Bersama tersebut. Dan Pertanyaan yang mendalam juga muncul.

Kenapa selesai menyampaikan kata sambutan Gubernur Jambi buru – buru meninggalkan tempat acara tersebut dan tidak kembali lagi. Padahal pembawa acara mengatakan bahwa Gubernur Jambi akan memberikan bantuan THR kepada para ORMAS, LSM dan Wartawan tersebut secara Simbolis. (Syamsoel HS.)

share this :