Jurnal1Jambi.Com,- JAMBI — Proyek pengaspalan jalan di lingkungan SMA Negeri 11 Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, terindikasi dikerjakan secara asal-asalan dan diduga penuh manipulasi. Temuan ini muncul setelah tim media melakukan investigasi langsung ke lokasi pada 4 Januari 2025.

Pantauan sejumlah awak media menunjukkan bahwa proyek pengaspalan yang dikerjakan dengan anggaran tahun 2023 tersebut masih berbentuk hamparan batu split. Hal ini mengindikasikan bahwa proses pengerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek) yang seharusnya diterapkan.

Warga sekitar menduga bahwa proses pengerjaan proyek pengaspalan ini tidak memenuhi standar seperti pemadatan, pondasi, atau agregat yang benar. Akibatnya, permukaan jalan hanya berupa hamparan batu split tanpa lapisan aspal yang memadai.

“Sejatinya, pekerjaan pengaspalan jalan harus diawali dengan pembersihan permukaan jalan dari material yang dapat mengganggu. Lubang-lubang yang ada sebelumnya juga harus ditutupi dengan agregat dan dipadatkan agar kualitas pekerjaan lebih terjamin,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Proyek pengerasan jalan di SMA Negeri 11 Mendalo Darat ini diduga telah menyerap dua kali anggaran APBD Kabupaten Muaro Jambi dengan total hampir mencapai Rp 300 juta. Pada tahap awal, proyek ini dikerjakan oleh CV. Arga Buana Jaya dengan anggaran sebesar Rp 134.500.000. Sementara itu, tahap kedua dikerjakan oleh CV. Rafin Jaya dengan anggaran tambahan sebesar Rp 159.600.000.

“Pekerjaan pengerasan jalan di SMA Negeri 11 RT.20 tidak maksimal dan dikerjakan asal jadi,” ungkap seorang warga lainnya yang juga enggan disebutkan namanya.

Dugaan adanya manipulasi dan pengerjaan yang tidak sesuai dengan standar menimbulkan kekecewaan di kalangan warga. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun tangan untuk mengaudit proyek ini dan memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan anggaran yang telah dikucurkan.

share this :