Jurnal1jambi.com,- Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi melalui Puskesmas Sengeti menggelar penyuluhan dan edukasi pencegahan risiko Hantavirus bagi warga binaan dan petugas lapas, Kamis (11/06/2026). Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit menular yang berpotensi mengancam kesehatan lingkungan pemasyarakatan.

Penyuluhan tersebut difokuskan pada pemahaman mengenai Hantavirus, penyakit yang dapat ditularkan melalui paparan urine, kotoran, maupun air liur hewan pengerat seperti tikus. Para peserta diberikan penjelasan mengenai gejala penyakit, pola penularan, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza, mengatakan edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman dan sehat. Menurutnya, peningkatan pengetahuan warga binaan dan petugas merupakan benteng awal dalam mencegah munculnya berbagai penyakit menular.

Tim kesehatan dari Puskesmas Sengeti menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai kunci utama pencegahan Hantavirus. Pengelolaan sampah yang baik, penyimpanan makanan secara aman, serta pengendalian populasi tikus menjadi sejumlah langkah yang harus dilakukan secara konsisten untuk meminimalkan risiko penularan.

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Antusiasme terlihat dalam sesi tanya jawab yang dimanfaatkan warga binaan dan petugas untuk menggali lebih jauh informasi terkait bahaya Hantavirus dan cara pencegahannya.

Kasubsi Keperawatan Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Adi Setyono, mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi dan Puskesmas Sengeti dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen pihak lapas untuk terus memperkuat budaya hidup bersih dan sehat demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman penyakit menular.

(Noval)

share this :