Jurnal1jambi.com,- Di tengah tuntutan publik terhadap institusi yang semakin transparan dan responsif, Polda Jambi menggelar Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasda Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Aula Lantai III Gedung Siginjai Mapolda Jambi, Selasa 12/05/2026. Agenda ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan penanda bahwa pengawasan internal menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, para pejabat utama, Kapolres jajaran hingga personel satker yang mengikuti secara virtual. Dalam hasil audit yang dipaparkan, ditemukan 314 temuan mencakup bidang operasional, SDM, logistik, hingga keuangan, ditambah 34 temuan bersifat konsultatif yang menjadi catatan pembenahan internal.
Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar menegaskan audit kinerja bukan semata mencari kesalahan administratif, melainkan instrumen evaluasi untuk memperbaiki kualitas tata kelola organisasi. “Melalui audit kinerja ini diharapkan seluruh satuan kerja dan satuan wilayah dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas, memperbaiki kekurangan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta taklimat.

Sementara itu, sambutan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar yang dibacakan Wakapolda Brigjen Pol. B. Ali menekankan bahwa pengawasan internal harus berjalan seiring dengan semangat transformasi Polri Presisi. Di tengah ekspektasi publik yang terus meningkat, pelayanan seperti Polisi 110 dan pengawasan melekat terhadap personel dinilai menjadi wajah nyata institusi di mata masyarakat.
Langkah evaluatif ini mendapat perhatian karena menyentuh aspek mendasar dalam pelayanan kepolisian, disiplin, transparansi, dan akuntabilitas. Polda Jambi juga menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti seluruh hasil temuan audit melalui pembenahan administrasi, peningkatan sarana prasarana, hingga penguatan integritas personel di seluruh jajaran.
Pada akhirnya, audit bukan hanya soal angka temuan atau laporan pemeriksaan. Ia menjadi cermin tentang seberapa serius institusi membaca kritik, memperbaiki diri, dan menjaga marwah pelayanan publik. Di ruang-ruang seperti inilah kepercayaan masyarakat diuji bukan lewat slogan, melainkan lewat keberanian untuk berbenah secara nyata dan berkelanjutan.











