Jurnal1jambi.com,- Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin turun langsung mengawal progres pembangunan dua jembatan strategis di wilayah pedalaman Jambi, tepatnya di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, pada 05/05/2026. Langkah ini menegaskan satu hal: infrastruktur bukan sekadar proyek, melainkan urat nadi kehidupan warga yang tak boleh tersendat.
Peninjauan difokuskan pada jembatan beton di Desa Penawar Tinggi, Kecamatan Sitinjau Laut, serta jembatan gantung di Desa Koto Duko, Kecamatan Tanah Kampung. Dua titik ini selama ini menjadi simpul krusial mobilitas warga, yang kerap terisolasi saat cuaca memburuk dan akses terputus.
Didampingi Kepala Seksi Operasi Korem 042/Gapu Kolonel Inf Wahyu dan Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, Danrem menelisik langsung detail pekerjaan di lapangan. “Ini bukan sekadar proyek fisik. Ini akses utama hidup warga. Kalau jembatan terputus atau rusak, ekonomi dan aktivitas masyarakat ikut terganggu,” tegasnya, menekankan urgensi percepatan tanpa kompromi pada kualitas.

Di tengah harapan yang menguat, masyarakat melihat proyek ini sebagai jawaban atas keterisolasian yang selama ini membatasi ruang gerak mereka. Distribusi hasil kebun, akses pendidikan, hingga layanan dasar selama ini bergantung pada kondisi alam situasi yang rentan dan tak pasti.
Pengawalan ketat dilakukan untuk memastikan proyek tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar keselamatan yang tinggi. Pemerintah daerah bersama aparat kewilayahan didorong untuk memastikan jembatan yang dibangun benar-benar terkoneksi dengan kebutuhan riil warga, sekaligus membuka jalur ekonomi yang lebih luas.
Pada akhirnya, jembatan bukan sekadar konstruksi baja dan beton ia adalah penghubung harapan. Dari Kerinci hingga Sungai Penuh, proyek ini menjadi ujian: apakah pembangunan mampu menjangkau yang selama ini terpinggirkan, atau kembali berhenti sebagai angka dalam laporan tanpa dampak nyata di kehidupan masyarakat. (penrem 042/gapu)











