Jurnal1jambi.com,- Warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi di Muaro Jambi berhasil memanen sayur pakcoy dari program pembinaan kemandirian berbasis pertanian hidroponik pada 02/05/2026. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kalapas ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan dapat melahirkan produktivitas nyata, bahkan dari ruang yang serba terbatas.
Program hidroponik tersebut dirancang sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, menggabungkan keterampilan praktis dengan pembentukan karakter. Dari penyemaian hingga panen, setiap tahapan dijalani dengan disiplin, menciptakan ritme baru yang lebih konstruktif bagi para warga binaan.
Kalapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza, menegaskan bahwa hasil panen ini bukan sekadar produk pangan. “Setiap helai pakcoy yang dipanen mencerminkan kerja keras, kedisiplinan, dan semangat untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Lebih dari sekadar aktivitas harian, program ini menjadi ruang tumbuh bagi rasa percaya diri yang kerap terkikis oleh stigma. Warga binaan tidak hanya belajar menanam, tetapi juga memupuk harapan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang relevan.
Panen yang berlangsung lancar ini sekaligus menegaskan bahwa pendekatan pembinaan berbasis kemandirian mampu memberikan dampak konkret. Produk yang dihasilkan tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga membawa nilai pembelajaran yang mendalam.
Di balik hijau daun pakcoy yang dipanen, tersimpan cerita tentang perubahan yang tidak instan, namun pasti. Bahwa di tempat yang kerap dipandang sebagai akhir, justru bisa menjadi awal bagi kehidupan yang lebih bermakna.











