Jurnal1jambi.com,- Pelarian panjang buronan narkoba Muhammad Ramadhan alias Alung akhirnya terhenti setelah Ditresnarkoba Polda Jambi menangkapnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada 16/04/2026. Penangkapan ini menjadi titik akhir dari status daftar pencarian orang (DPO) yang disandangnya sejak 12/10/2025, sekaligus menegaskan komitmen aparat dalam memburu jaringan narkotika hingga ke akar.
Selama hampir satu semester, tim gabungan Ditresnarkoba Polda Jambi melakukan perburuan intensif yang berujung pada penyergapan di kawasan Jalan Prof. dr. Sri Dewi, Parit Gompong, Tungkal Ilir. Operasi senyap yang berlangsung dini hari itu berhasil mengamankan Alung bersama sejumlah rekannya, setelah sebelumnya aparat memperoleh informasi akurat dari masyarakat terkait keberadaannya.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari laporan warga yang menyebut Alung berada di wilayah Muara Papalik. “Kami bergerak cepat melakukan surveillance hingga akhirnya dilakukan penyergapan sekitar pukul 03.30 WIB. Kami minta rekan-rekan bersabar, rilis resmi akan segera disampaikan,” ujarnya, menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan transparan.

Di sisi lain, Kadiv Investigasi Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI), Robin Son Nasution, menyampaikan apresiasi terbuka atas keberhasilan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya turut menelusuri jejaring Alung, termasuk relasi dengan jaringan narkoba lain yang diduga terhubung lintas daerah hingga ke Malaysia, sebagai bentuk dukungan terhadap aparat penegak hukum.
Penangkapan ini tidak hanya memutus pelarian seorang buronan, tetapi juga mengirim pesan tegas kepada publik bahwa ruang gerak pelaku narkotika semakin sempit. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba, keberhasilan ini menjadi suntikan kepercayaan bahwa kerja kolaboratif antara aparat dan masyarakat masih menjadi benteng paling efektif.
Namun, lebih dari sekadar keberhasilan operasi, publik menanti konsistensi penegakan hukum yang tidak berhenti pada satu nama. Sebab dalam perang melawan narkotika, yang dipertaruhkan bukan hanya penangkapan, melainkan keberanian menjaga integritas karena keadilan sejati tidak lahir dari euforia sesaat, melainkan dari keteguhan yang berkelanjutan. (Kadiv Investigasi : Robin Son Nasution)











