Jurnal1jambi.com,- Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, SH, S.Kom, M.Kom, menyatakan keprihatinan mendalam atas beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindak pidana pembacokan terhadap salah satu advokat yang bernaung di WPI, berinisial AR. Peristiwa tersebut dinilai sangat miris dan mencederai rasa keadilan, terlebih korban merupakan seorang advokat yang mengemban profesi officium nobile.

Donny mengungkapkan, informasi awal mengenai kejadian tersebut ia terima dari Wakil Ketua Umum, Bang Richard. Meski kronologi kejadian masih belum sepenuhnya jelas, tayangan video yang beredar menunjukkan adanya dugaan kekerasan brutal yang dilakukan secara berulang. Atas dasar itu, ia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.

Sebagai langkah awal, DPP FERADI WPI telah menginstruksikan jajaran wakil ketua umum, termasuk Waketum Revan, Waketum Padang, dan tim, untuk segera turun ke lokasi. Tim diminta menggali fakta secara utuh, memastikan duduk perkara yang sebenarnya, sekaligus menjalin komunikasi langsung dengan keluarga korban, istri, orang tua, dan pihak terkait lainnya.

“Atas nama organisasi, kami menyampaikan simpati dan empati yang sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga. Kami berduka dan sangat prihatin. Kekerasan terhadap advokat adalah ancaman serius bagi penegakan hukum dan demokrasi,” ujar Donny. Ia menegaskan bahwa FERADI WPI mengutuk keras segala bentuk kekerasan, terlebih yang dilakukan dengan cara-cara di luar hukum.

Donny juga menekankan bahwa negara telah menyediakan mekanisme hukum yang jelas dan berlapis. Apabila terdapat dugaan kesalahan pidana, maka jalurnya adalah pelaporan kepada kepolisian. Jika menyangkut perkara perdata, penyelesaiannya melalui gugatan di pengadilan. Sementara untuk pelanggaran etik profesi, organisasi memiliki mekanisme sidang kode etik yang tegas, bahkan hingga sanksi pemberhentian keanggotaan.

Dalam pernyataannya, FERADI WPI menyatakan siap memberikan pendampingan hukum penuh kepada korban dan keluarga. Organisasi juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap kebenaran dan menangkap pelaku. “Hukum harus ditegakkan. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan dan main hakim sendiri di negeri ini,” tegas Donny, sembari mengajak seluruh pengurus untuk merapatkan barisan dan bergerak satu komando.

share this :