Jurnal1jambi.com,— MUARO JAMBI — Sebuah perjalanan panjang selama 26 tahun bukan sekadar hitungan waktu. Kabupaten Muaro Jambi hari ini menandai usianya dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Rabu (22/10/2025). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Aidi Hatta ini bukan hanya seremoni, tetapi ruang refleksi: seberapa jauh daerah ini melangkah, dan sejauh mana rakyatnya benar-benar merasakan hasil pembangunan.
Sidang yang digelar di ruang utama DPRD itu menghadirkan tokoh-tokoh penting: Gubernur Jambi Al Haris, Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi, anggota DPR RI dapil Jambi, pimpinan DPRD Provinsi, kepala daerah se-Provinsi Jambi, hingga tokoh masyarakat. Hadir pula semangat yang sama bahwa pembangunan bukanlah sekadar proyek, tapi cerminan moral politik untuk menyejahterakan rakyat.
Dalam sambutannya, Aidi Hatta menyuarakan nada jujur dan tegas. Ia menyebut, HUT ke-26 ini harus menjadi momentum evaluasi, bukan pesta simbolik. “Kita telah melewati dua dekade lebih perjalanan sebagai daerah otonom. Capaian tentu ada, namun tantangan di depan jauh lebih kompleks. Kita harus berani menilai diri dan menyusun langkah baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif dan legislatif. Di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan anggaran, katanya, yang dibutuhkan bukan sekadar wacana, melainkan arah pembangunan yang fokus dan berprioritas. “Kesejahteraan masyarakat harus menjadi pusat kebijakan. DPRD siap bersinergi penuh, sepanjang program yang diajukan konkret, terukur, dan berdampak langsung,” tegasnya.

Aidi Hatta juga mengingatkan potensi besar Muaro Jambi yang belum tergarap maksimal dari sumber daya alam yang kaya, posisi geografis yang strategis dekat dengan ibu kota provinsi, hingga kekuatan budaya dan sejarah yang menjadi identitas daerah. Menurutnya, potensi itu bisa menjadi energi besar bila dikelola dengan transparan dan berpihak pada rakyat.
“Tantangan kita bukan lagi sekadar membangun fisik, tapi mengelola potensi agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kita tidak boleh puas dengan capaian jangka pendek,” ujar Aidi, menekankan bahwa pembangunan sejati adalah ketika rakyat ikut tumbuh bersama pemerintahnya.
Ia menutup pidatonya dengan seruan penuh makna: menjaga kebersamaan, memperkuat transparansi, dan memastikan keadilan sosial tetap menjadi roh pemerintahan. “Muaro Jambi punya peluang besar menjadi pusat pertumbuhan baru di Provinsi Jambi. Tapi itu hanya mungkin jika semua elemen bersatu dalam satu visi dan satu komitmen: membangun dengan nurani.”











