Jurnal1jambi.com,- Jambi – Merayakan kemerdekaan bukan sekadar mengibarkan bendera atau menggelar upacara. Ada cara yang lebih segar, lebih dekat dengan generasi kini. Minggu pagi (24/8/2025), Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc., bersama Ibu Ketua Persit KCK Koorcabrem 042 PD XX/Tuanku Imam Bonjol, mengayuh semangat kemerdekaan lewat Sunmori Sunday Morning Ride yang diinisiasi oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H.

Ratusan peserta dari Forkopimda hingga komunitas bikers se-Jambi turut bergabung. Dari garis start di depan Rumah Dinas Gubernur hingga garis finish di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pinang Masak kawasan Angso Duo, jalan protokol Kota Jambi dipenuhi energi kebersamaan. Bukan hanya deru motor yang terasa, tapi juga denyut optimisme anak negeri.

Gubernur Al Haris menegaskan, Sunmori ini bukan sebatas hiburan massal. Lebih jauh, ia ingin menyampaikan pesan moral: berkendara itu harus disiplin, santun, dan taat aturan. “Perayaan kemerdekaan mestinya juga menjadi ruang untuk menanamkan budaya tertib, bukan hanya bersorak gembira,” ujarnya. Pesan sederhana, namun kuat: kemerdekaan harus dirayakan dengan tanggung jawab.

Di sisi lain, Brigjen Heri Purwanto menekankan makna kebersamaan. Ia mengapresiasi gagasan ini sebagai simbol sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat soliditas dalam membangun Jambi yang lebih maju,” ucapnya lantang. Sunmori pun menjelma sebagai perayaan yang tak hanya fisik, melainkan spiritual: merawat persatuan.

Momentum itu menunjukkan wajah Indonesia yang seharusnya: pejabat dan rakyat berdampingan, aparat dan komunitas berjalan seiring, semua melebur dalam suasana egaliter. Tidak ada jarak, yang ada hanyalah satu tekad: menjaga semangat 80 tahun Indonesia merdeka. Di jalanan Jambi, kemerdekaan terasa nyata bukan hanya kata.

Acara ditutup dengan ramah tamah di RTH Pinang Masak. Gelak tawa, obrolan hangat, dan canda penuh keakraban menjadi tanda bahwa perayaan kemerdekaan tidak harus kaku. Justru dengan cara yang membumi, seperti Sunmori ini, semangat kemerdekaan bisa terus hidup bukan hanya dalam seremoni, tapi dalam denyut keseharian masyarakat.

share this :