Jurnal1Jambi.com,- Merangin, 22/7/2025 — Dalam sorotan yang kerap tersita pada generasi muda dan produktivitas ekonomi, peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 di Kabupaten Merangin menjadi pengingat penting bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan para tetuanya. Dengan mengusung tema “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”, acara ini menghadirkan ratusan lansia dari berbagai penjuru Merangin bukan sebagai tamu, tetapi sebagai tokoh utama dalam panggung kemanusiaan yang sesungguhnya.
Kodim 0420/Sarko, melalui kehadiran Kasdim Mayor Inf Usman, S.Ag., MPd.I., mewakili Dandim Letkol Inf Suyono, menunjukkan bahwa komitmen TNI bukan hanya pada pertahanan teritorial, tetapi juga pada ketahanan sosial. “Ini bukan sekadar seremoni. Ini bentuk penghormatan negara terhadap para lansia yang telah melewati berbagai fase sejarah bangsa dengan keteguhan,” ujar Mayor Usman. Sebuah pernyataan yang menggugah, bahwa merawat lansia bukan beban negara, tetapi kewajiban moral bangsa.
Peringatan ini tidak berhenti di ruang pidato. Pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian bingkisan, dan pertunjukan budaya yang dibawakan oleh para lansia sendiri menjadi rangkaian nyata yang memperlihatkan bahwa lansia bukan sekadar penerima bantuan, melainkan subjek aktif yang masih mampu berkarya dan memberi inspirasi. Di sinilah makna “Indonesia bermartabat” diwujudkan dalam tindakan, bukan hanya dalam slogan.

Kehadiran unsur Forkopimda, organisasi masyarakat, serta aparat TNI dan instansi pemerintah lainnya memberi sinyal bahwa penghormatan kepada lansia harus menjadi kerja lintas sektor. Negara, dalam hal ini Pemkab Merangin dan Kodim 0420/Sarko, memikul tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa hari tua bukanlah masa penantian yang sepi, melainkan fase kehidupan yang tetap layak dihormati dan dirayakan.
Pemerintah Kabupaten Merangin, dalam sambutannya, mengapresiasi seluruh dukungan dari berbagai pihak, terutama keterlibatan TNI. Partisipasi ini bukan hanya menyukseskan acara, tetapi memperkuat makna bahwa keamanan dan kesejahteraan warga adalah satu tarikan napas yang tak terpisah. Dan ketika aparat negara hadir dalam kegiatan sosial seperti ini, rakyat belajar bahwa kekuatan bisa hadir dalam bentuk kepedulian.
HLUN ke-29 di Merangin menjadi momen reflektif yang melampaui ritual tahunan. Ia adalah panggung di mana martabat usia dipulihkan, di mana kasih sayang menjadi bahasa negara, dan di mana sinergi antara institusi dan masyarakat mengarah pada satu tujuan: menjadikan penghormatan terhadap lansia sebagai budaya hidup.











