Jurnal1Jambi.Com,- BEKASI – Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan merayakan 30 tahun kiprahnya dengan menggelar tasyakuran pada Senin (17/03/2025), bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H. Acara ini dihadiri ratusan pemulung, janda lanjut usia, anak yatim, serta sejumlah tokoh dan seniman ibu kota. Ketua Umum Yayasan, Eddie Karsito, menegaskan bahwa nilai kasih sayang harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar konsep teologis. Kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi bagi yayasan yang sejak awal berdiri berlandaskan ajaran Al-Quran untuk menolong sesama.
Sebagai bentuk kepedulian, acara ini diisi dengan buka puasa bersama serta penyaluran santunan kepada para mustahik. Momen ini sekaligus meneguhkan nilai kemanusiaan dalam ajaran Islam, terutama dalam konteks bulan suci Ramadan. Ketua Umum KSBN, Mayjen TNI (Purn) Drs. Hendardji Soepandji, S.H., menyampaikan apresiasinya atas dedikasi yayasan dalam membangun gerakan sosial yang berkelanjutan tanpa mengeksploitasi kesedihan demi simpati.
Selain program sosial, yayasan juga meluncurkan BAZNAS Charity Store, sebuah gerakan ekonomi berbasis sosial yang mengelola donasi barang untuk membantu masyarakat kurang mampu. Program ini merupakan bagian dari kerja sama dengan BAZNAS RI dalam mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi berbasis sociopreneurship. Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, menyebutkan bahwa keseimbangan sosial hanya bisa terwujud jika yang mampu membantu yang membutuhkan.

Dalam rangka memperingati 30 tahun perjalanan, yayasan juga mengadakan Sayembara Menulis bertema “Teruslah Melayani, Kasih Tak Berkesudahan”. Sayembara ini bertujuan untuk merefleksikan kiprah yayasan dalam dunia sosial kemanusiaan serta mengembangkan tradisi literasi sebagai bagian dari dakwah bil qalam. Eddie Karsito menekankan bahwa menulis adalah cara untuk menyebarkan pesan kebaikan dan inspirasi kepada masyarakat luas.
Sejak berdiri pada 17 Ramadan 1415 H / 17 Februari 1995, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan telah aktif membina pemulung, janda lanjut usia, fakir miskin, dan anak yatim. Selain menjalankan program sosial, yayasan juga mengembangkan berbagai unit usaha kreatif, seperti Sanggar Humaniora, Rumah Budaya Satu-Satu, dan Rumah Singgah Bunda Lenny. Dengan semangat melayani tanpa henti, yayasan terus berkomitmen untuk mengembangkan lebih banyak program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.











