Jurnal1jambi.com,- Pemerintah Desa Suko Awin Jaya, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim pada 26/06/2026. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Suko Awin Jaya, Idawati, itu menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para donatur, dan masyarakat dalam menghadirkan kepedulian nyata bagi anak-anak yatim di desa tersebut.
Santunan diberikan kepada anak-anak yatim yang tersebar di Desa Suko Awin Jaya sebagai bentuk perhatian sekaligus dukungan moral agar mereka tetap merasakan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dengan dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, serta keluarga penerima manfaat yang ikut menyaksikan momen penuh kebersamaan tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Suko Awin Jaya, Idawati, mengatakan santunan anak yatim merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat. “Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita dapat berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di Desa Suko Awin Jaya. Santunan ini merupakan hasil kebersamaan antara pemerintah desa dan para donatur yang memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Idawati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, semangat gotong royong yang terus terpelihara menjadi modal sosial penting untuk membangun masyarakat yang harmonis, saling peduli, dan tidak membiarkan warganya berjalan sendiri menghadapi kesulitan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan dalam bentuk materi, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dan warga. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi penegas bahwa kepedulian sosial akan memiliki makna lebih besar ketika tumbuh dari kolaborasi, bukan sekadar seremoni.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Desa Suko Awin Jaya mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim serta memperbanyak sedekah sebagai bagian dari budaya gotong royong yang perlu dijaga. Pesan itu menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya merawat nilai kemanusiaan di tengah kehidupan bersama. (Noval)













