Jurnal1jambi.com,- Lapas Perempuan Kelas II B Jambi mengikuti kegiatan Zoom Meeting monitoring dan evaluasi pelayanan tahanan yang digelar Direktorat Pelayanan Tahanan dan Anak, Selasa 12/05/2026. Agenda virtual itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan pemasyarakatan di tengah tuntutan publik terhadap sistem pembinaan yang semakin transparan, profesional, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas II B Jambi, Meita Eriza bersama jajaran pemasyarakatan lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan menjalankan pelayanan tahanan sesuai standar operasional prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Dalam arahannya, Direktorat Pelayanan Tahanan dan Anak menekankan pentingnya pelayanan yang tidak hanya administratif, tetapi juga berperspektif hak asasi manusia. Pemenuhan hak-hak tahanan, peningkatan kualitas pembinaan, hingga penguatan pelayanan yang humanis dan akuntabel menjadi fokus utama yang terus didorong dalam sistem pemasyarakatan nasional.
Meita Eriza menegaskan bahwa pembenahan pelayanan tidak boleh berhenti pada formalitas birokrasi semata. Menurutnya, lembaga pemasyarakatan harus mampu menghadirkan ruang pembinaan yang berintegritas sekaligus memberikan rasa keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak warga binaan sebagai bagian dari sistem hukum yang berkeadaban.
Di tengah sorotan publik terhadap kualitas pelayanan di lembaga pemasyarakatan, kegiatan monitoring seperti ini dinilai penting untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan internal. Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan hanya dapat dibangun melalui konsistensi pelayanan yang profesional, transparan, dan berpihak pada prinsip kemanusiaan.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Lebih dari sekadar rapat virtual, monitoring dan evaluasi ini menjadi pengingat bahwa wajah pemasyarakatan modern tidak lagi semata bicara tentang pengamanan, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir membina manusia dengan pendekatan yang lebih bermartabat dan berkeadilan.











