Jurnal1jambi.com,- Klarifikasi tegas disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN STS Jambi, Dr. Dedek Kusnadi, terkait polemik dugaan keterlibatan anggota TNI aktif dalam penggerebekan sebuah kost di Kota Jambi, Selasa (05/05/2026). Pernyataan sebelumnya yang beredar di media sosial dipastikan keliru setelah dilakukan verifikasi lanjutan oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebut adanya oknum berseragam militer dalam penggerebekan tersebut. Informasi awal yang beredar dengan cepat memantik spekulasi, hingga akhirnya memunculkan asumsi bahwa yang terlibat adalah anggota TNI aktif dari Korem 042/Gapu.

Namun fakta berbicara lain. “Kami menegaskan bahwa informasi awal itu tidak akurat. Oknum yang dimaksud bukan anggota TNI aktif, melainkan mantan anggota yang telah dipecat dan tidak lagi memiliki hubungan dinas dengan institusi,” ujar Dr. Dedek Kusnadi dalam klarifikasinya di Polsek Telanaipura.

Klarifikasi ini menjadi penting di tengah sensitivitas publik terhadap institusi negara. Keterlibatan aparat, apalagi dalam status aktif, bukan hanya soal individu, tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap sistem dan disiplin kelembagaan.

Pihak kepolisian bersama TNI pun telah melakukan penelusuran dan memastikan status Yoli Yandri sebagai eks prajurit yang telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH). Dengan demikian, segala tindakan yang bersangkutan tidak bisa dikaitkan dengan institusi TNI secara resmi.

Di tengah derasnya arus informasi, satu hal kembali diingatkan, kebenaran butuh verifikasi, bukan asumsi. Sebab dalam setiap narasi yang terburu-buru, ada risiko besar mencederai kepercayaan dan publik berhak atas fakta, bukan sekadar dugaan.

share this :