Jurnal1jambi.com,- Prosesi sumpah advokat akan digelar di pada Jumat 17/04/2026 dengan total 34 peserta yang berasal dari sembilan organisasi advokat di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lima peserta berasal dari (FERADI WPI) yang siap mengikuti pengambilan sumpah sebagai bagian dari tahapan resmi menjalankan profesi advokat.
Menjelang pelaksanaan kegiatan tersebut, Ketua Umum FERADI WPI menginap di Hotel Midtown Residence Surabaya untuk memenuhi undangan dari pimpinan pengadilan tinggi. Kehadiran pimpinan organisasi advokat ini sekaligus memastikan kesiapan para peserta yang akan mengikuti prosesi sumpah pada pagi hari.
Suasana hangat terlihat di restoran hotel ketika Advokat sekaligus Konsultan Pajak bersama Asisten Advokat Subur Jaya Lawfirm berbincang santai dengan Donny Andretti. Percakapan mereka membahas sejumlah persiapan teknis serta harapan terhadap prosesi sumpah advokat yang menjadi pintu masuk resmi dalam menjalankan profesi penegak hukum.
Bagi FERADI WPI, momen sumpah advokat bukan sekadar formalitas administratif, tetapi juga momentum lahirnya tanggung jawab moral bagi para advokat baru. Lima anggota organisasi tersebut dipastikan telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi sehingga dapat mengikuti prosesi sumpah bersama puluhan peserta dari organisasi advokat lainnya.
Selain itu, FERADI WPI juga aktif memperkuat proses kaderisasi melalui kerja sama pendidikan hukum dengan berbagai lembaga, termasuk Universitas Karya Husada (UNKAHA) dalam penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA). Seluruh peserta sumpah dari FERADI WPI juga telah memperoleh surat magang dari Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan sebagai bagian dari pembinaan profesional.
Dengan demikian, prosesi sumpah di Pengadilan Tinggi Surabaya tidak hanya menandai dimulainya perjalanan baru para advokat, tetapi juga mempertegas komitmen organisasi advokat dalam membangun profesi yang berintegritas. Sebab di balik toga dan sumpah yang diucapkan, ada tanggung jawab besar untuk memastikan hukum tetap berdiri tegak di tengah kepentingan yang sering kali saling bertabrakan.











