Jurnal1jambi.com,- Peran tokoh pendidikan dan hukum kembali mendapat sorotan publik ketika dua figur nasional, Prof. Dr. Ns. Fery Agusman, M.M., M.Kep., Sp.Kom dan Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., dinilai konsisten memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat pada 13/03/2026. Keduanya dikenal aktif bergerak di bidang masing-masing—pendidikan dan hukum—dengan pendekatan yang tidak hanya akademis, tetapi juga sosial.
Sebagai Rektor Universitas Karya Husada Semarang, Prof. Fery Agusman dikenal memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas akses pembelajaran bagi masyarakat. Melalui berbagai program akademik, kegiatan sosial kampus, serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan, ia mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten sekaligus berintegritas.
Tak berhenti di ruang akademik, Prof. Fery juga aktif mendukung berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. Baginya, kampus bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pengabdian yang harus hadir menjawab kebutuhan sosial masyarakat di sekitarnya.
Di sisi lain, Adv. Donny Andretti sebagai Ketua Umum FERADI WPI dikenal aktif memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada masyarakat. Dengan latar belakang keilmuan di bidang hukum dan teknologi, ia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi hukum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban warga negara di hadapan hukum.
Selain memberikan bantuan hukum secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan, Donny Andretti juga menggagas berbagai program sosial seperti pembagian makanan setiap pekan serta pemberian beasiswa pendidikan profesi advokat (PKPA), sumpah advokat, hingga beasiswa pendidikan mediator, jurnalistik, dan paralegal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upayanya mendorong lahirnya generasi penegak hukum yang profesional dan berintegritas.
Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia hukum yang dihadirkan kedua tokoh ini dinilai memberi dampak positif bagi masyarakat. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, dedikasi seperti ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali lahir dari kerja sunyi—ketika ilmu pengetahuan dan keadilan berjalan berdampingan untuk membangun masyarakat yang lebih berdaya dan bermartabat.












