Jurnal1jambi.com,— Bandung – Satgas Citarum Harum memaparkan capaian kinerja selama 50 hari pelaksanaan program tahun 2025 dalam rapat evaluasi yang digelar di Posko Satgas PPK DAS Citarum, Kota Bandung, Jumat (12/12/2025). Pertemuan dihadiri unsur TNI, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Bappeda Jabar, serta para komandan sektor, sebagai forum untuk mengukur efektivitas kerja di lapangan.

Evaluasi ini menjadi momentum merumuskan strategi pemulihan Sungai Citarum tahun 2026. Fokus diarahkan pada pengendalian pencemaran dari berbagai sumber: sampah liar, limbah industri, limbah ternak, hingga kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Pendekatannya menekankan kolaborasi lintas lembaga dengan target perubahan perilaku dan penegakan aturan.

Sejumlah capaian 2025 dipaparkan, di antaranya 113 titik TPS liar berhasil dipetakan, 175 aksi pembersihan dilakukan, 863 m³ sampah liar diangkat dari aliran sungai, serta 203 patroli sungai dilaksanakan. Selain itu, 120 industri didata terkait kepatuhan pengelolaan limbah, 80 patroli outfall dilakukan, 8.274 ternak terdata dalam program pembinaan limbah, dan 1.184 keluarga menerima edukasi door-to-door terkait pengelolaan sampah.

Komandan Satgas Kolonel Yanto Kusno Hendarto menegaskan bahwa indikator keberhasilan tidak cukup berhenti pada angka kegiatan. Menurutnya, dampak nyata seperti berkurangnya TPS liar, meningkatnya kepatuhan industri, serta membaiknya warna dan bau sungai harus menjadi tolok ukur utama. “Keberhasilan harus dilihat dari perubahan kondisi sungai dan lingkungan, bukan hanya jumlah kegiatan,” ujarnya.

Mengacu hasil evaluasi, Satgas menetapkan sejumlah langkah strategis untuk 2026, meliputi pemutakhiran peta TPS liar dan peningkatan intensitas patroli, penguatan pengawasan limbah industri, pembinaan pengelolaan limbah ternak termasuk pilot project pengolahan kohe, perluasan edukasi masyarakat melalui pendekatan langsung, serta penyelarasan sektor dengan pembagian segmen RPPMA agar intervensi lebih tepat sasaran.

Satgas juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan pembuangan sampah liar, membiasakan pemilahan sampah dari rumah, dan ikut menjaga kualitas lingkungan. Kolaborasi lintas sektor dan kesadaran publik menjadi kunci mempercepat pemulihan Sungai Citarum yang selama ini menjadi prioritas nasional.

share this :