Jurnal1jambi.com,- Dalam semangat memperkuat koordinasi lintas sektor dan menjaga stabilitas wilayah, Babinsa Koramil 420-08/Tabir, Sertu Masriadi, menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Aula Kantor Desa Kota Raja, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini melibatkan Perangkat Desa Tabir Ilir, Kaur Pemerintahan Desa Kota Raja, unsur Bhabinkamtibmas, serta perwakilan pemerintahan kecamatan, sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan dan keterpaduan pembangunan desa.
Dalam suasana akrab namun penuh makna, pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari keamanan lingkungan, kebersihan, hingga potensi persoalan sosial yang bisa mengganggu keharmonisan desa. Sebagai garda terdepan pembinaan teritorial, Sertu Masriadi menyampaikan bahwa Komsos adalah ruang untuk menyerap aspirasi dan mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat serta unsur pemerintah lokal.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan komunikasi yang baik, silaturahmi yang terjaga, dan deteksi dini atas potensi masalah, kita mampu menjaga desa tetap aman, tertib, dan damai,” kata Sertu Masriadi dalam dialog yang berlangsung terbuka dan hangat. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan lintas perangkat desa dan keterlibatan aktif warga dalam menjaga lingkungan.
Apresiasi atas peran Babinsa disampaikan langsung oleh Sawirman, Kaur Pemerintahan Desa Kota Raja. Ia menilai keterlibatan aktif TNI, khususnya Babinsa, sangat penting dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung program pembangunan yang berbasis pada kearifan lokal dan partisipasi masyarakat.
Kegiatan Komsos ini juga menjadi refleksi nyata komitmen Koramil 420-08/Tabir dalam menjalankan peran teritorialnya. Danramil menyebut bahwa komunikasi sosial bukan hanya tentang informasi, tapi tentang membangun kepercayaan dan sinergi jangka panjang antara TNI dan masyarakat. “Kemitraan ini adalah pondasi utama kemanunggalan TNI dan rakyat,” tegasnya.
Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menjaga ritme komunikasi antar unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan warga. Dalam era yang serba cepat dan penuh tantangan sosial, sinergi lintas sektoral bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan desa yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga kuat dalam sosial dan moral.












