Jurnal1Jambi.com,- Sarolangun, 28/7/2025 – Di sebuah desa kecil bernama Payo Lebar, suasana terlihat akrab. Di teras rumah warga, di warung kopi, bahkan di pos ronda, satu sosok berseragam hijau hadir bukan untuk menegur, tapi mengajak berdialog. Dialah Babinsa Koramil 420-02/Limun Kodim 0420/Sarko, Serda Ahmad Sopani, yang memilih pendekatan humanis ketimbang formalitas. Tujuannya sederhana, tapi strategis: meningkatkan kesadaran warga menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Mengapa ini penting? Karena rasa aman bukan sekadar slogan. Dalam setiap obrolan santai, Serda Ahmad mengingatkan warga: lingkungan yang bersih dan aman adalah benteng pertama dari masalah sosial. “Komsos ini bukan hanya formalitas. Ini cara kami mendengar, berdialog, dan mengajak warga bergerak bersama. Keamanan adalah hak sekaligus kewajiban kita semua,” ujarnya tegas.

Serda Ahmad tahu, ancaman keamanan tidak selalu datang dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir diam-diam—dari aksi kriminal kecil hingga gesekan sosial yang bisa melebar. Karena itu, ia mendorong warga lebih peka, lebih peduli. “Kalau lihat sesuatu yang mencurigakan, jangan diam. Laporkan. Karena mencegah selalu lebih baik daripada menyesal,” pesannya dengan nada tegas tapi bersahabat.

Bagi Serda Ahmad, menjaga kamtibmas bukan hanya tugas aparat. Ini kerja kolektif. Ia mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh lapisan untuk duduk bersama jika ada persoalan. “Kami hadir bukan sekadar aparat. Kami mitra. Musyawarah adalah kunci agar api kecil tak jadi bara besar,” tegasnya, mengingatkan arti kebersamaan dalam menjaga harmoni.

Di balik Komsos ini, ada misi besar: menghidupkan kembali budaya gotong-royong dalam menghadapi tantangan zaman. TNI tidak bisa sendiri, polisi tidak bisa sendiri, pemerintah pun tidak bisa sendiri. Semua harus terhubung dalam komunikasi yang sehat. “Dengan keterbukaan, kita bisa mendeteksi masalah sebelum meledak, dan mencari solusi bersama,” pungkas Serda Ahmad.

Harapan pun sederhana tapi kuat: kesadaran kolektif warga meningkat, rasa aman menjadi budaya, bukan sekadar harapan. Dari Payo Lebar, pesan ini mengalir: keamanan bukan urusan siapa, tapi urusan kita semua.

share this :