Jurnal1Jambi.com,- Pangkalan Jambu, 27/7/2025 — Bencana alam tak pernah memberi aba-aba. Di tengah curah hujan yang kian deras, Babinsa Koramil 420-07/Sungai Manau, Kodim 0420/Sarko, Serda Moh. Ikhsan, bergerak cepat. Ia melaksanakan patroli Banjir dan Tanah Longsor (Bansor) sekaligus memantau debit air di Sungai Merangin, Desa Benteng, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin. Sebuah langkah sederhana yang sarat makna: menjaga agar bencana tak sempat menyapa.

Patroli ini dilakukan sebagai deteksi dini potensi banjir dan longsor yang bisa terjadi kapan saja. “Curah hujan yang tinggi dalam waktu lama membuat debit air meningkat dan arus sungai semakin deras. Jika tidak diantisipasi, ini bisa memicu bencana,” jelas Serda Ikhsan. Kata-kata yang mengingatkan kita bahwa kewaspadaan bukan pilihan, melainkan keharusan.

Tak hanya memantau, Babinsa juga menyampaikan imbauan kepada warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan. “Kami minta masyarakat selalu hati-hati. Banjir bisa datang kapan saja jika curah hujan tinggi,” tegasnya. Sebuah pesan sederhana yang menggugah: keselamatan dimulai dari kesiapsiagaan.

Lebih dari sekadar patroli, kegiatan ini adalah upaya memberi rasa aman bagi masyarakat. TNI hadir bukan hanya sebagai garda pertahanan negara, tapi juga pelindung rakyat dari ancaman alam. Karena bencana bukan sekadar peristiwa, melainkan ujian solidaritas dan kesiapan kita.

Namun, mari kita jujur: menghadapi ancaman bencana tak cukup dengan patroli sesaat. Diperlukan sistem mitigasi yang berkelanjutan, edukasi yang konsisten, dan keterlibatan semua pihak. Sebab, banjir dan longsor bukan hanya akibat hujan, tapi juga refleksi cara kita memperlakukan alam.

Di Sungai Merangin, ikhtiar kecil ini menjadi bukti: mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena setiap langkah patroli yang dilakukan hari ini, adalah investasi untuk masa depan yang lebih aman dan lestari.

share this :