Jurnal1Jambi.com,- Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menghantui musim kemarau, langkah preventif menjadi kunci. Babinsa Koramil 01/Batang Asai, Praka Alvi, memilih bertindak cepat dengan menggelar patroli pencegahan di wilayah binaannya, Desa Batu Empang, Kecamatan Batang Asai, Sabtu (27/7/2025). Sebuah upaya sederhana, tapi sarat makna: mencegah bencana sebelum terjadi.
Patroli kali ini menyisir lahan kosong milik warga dan hamparan belukar yang rawan terbakar. Tak sekadar berjalan, Praka Alvi membawa pesan penting bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama. Ia mengajak warga untuk waspada, tidak lengah, dan yang terpenting: tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, api yang dinyalakan hari ini bisa menjadi bencana esok hari.
“Kami mengimbau warga agar ikut serta dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memastikan tidak ada lagi praktik membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya. Sebuah pesan singkat, tapi mengandung peringatan yang keras: alam tidak boleh dijadikan korban demi kepentingan sesaat.
Patroli ini bukan yang pertama, dan semoga tidak menjadi yang terakhir. Karena pencegahan bukan pekerjaan sehari, melainkan konsistensi. Babinsa bukan hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tapi juga penjaga kehidupan dari rimba yang menyimpan oksigen hingga udara yang kita hirup bersama.
Namun, mari kita jujur: mengandalkan patroli semata tak akan cukup jika kebiasaan lama dibiarkan. Diperlukan keberanian kebijakan, edukasi, dan penegakan hukum yang tegas. Sebab, setiap bara api yang dibiarkan adalah bom waktu yang mengancam masa depan. Dan masa depan itu bukan hanya milik hutan, tetapi milik kita semua.
Di Desa Batu Empang, ikhtiar kecil ini mungkin tak terdengar hingar bingar. Tapi dari langkah-langkah sederhana seperti inilah, kita menegakkan peradaban: menjaga alam, demi menjaga hidup. Karena bumi bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu.












