Jurnal1Jambi.com,- Sarolangun, 24/7/2025 – Ketika musim kemarau tiba, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi momok. Menyadari risiko besar yang mengintai, Babinsa Koramil 04/Sarolangun Kodim 0420/Sarko bersama Manggala Agni dan warga setempat melaksanakan patroli pencegahan Karhutla di Desa Pulau Buayo, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun. Sebuah upaya nyata yang mencerminkan keseriusan TNI dalam menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak bencana.
Patroli ini tidak sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab kolektif. Serda Ibrohim, yang memimpin kegiatan, menegaskan bahwa tindakan pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pemadaman setelah api meluas. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih sering melakukan pengawasan di wilayah rawan kebakaran serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya. Pesan ini sederhana, tetapi krusial: jangan biarkan kebiasaan lama mengorbankan masa depan.
Di balik patroli, ada agenda yang tak kalah penting: edukasi publik. Babinsa tak hanya menyisir titik rawan, tetapi juga berdialog dengan warga, menjelaskan bahaya Karhutla dan dampak destruktifnya. Dari polusi asap yang merenggut kesehatan, kerugian ekonomi akibat lahan terbakar, hingga ancaman hukum yang menjerat pelaku pembakaran. Semua risiko ini bukan teori, melainkan realitas yang sudah berkali-kali melukai negeri.

Dalam dialognya, Serda Ibrohim menekankan peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan. “Kami berharap masyarakat bisa segera melaporkan jika melihat titik api atau aktivitas yang mencurigakan,” tambahnya. Imbauan ini menggarisbawahi satu hal: pencegahan bukan tugas aparat semata, tetapi kerja bersama. Karena tanpa partisipasi warga, setiap patroli hanya menjadi simbol tanpa makna.
Respons positif warga dan perangkat desa menjadi angin segar. Kesadaran kolektif adalah kunci, sebab Karhutla bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga isu kemanusiaan. Setiap asap yang membumbung bukan hanya membakar lahan, tetapi juga mengikis kualitas hidup. Maka, menekan angka Karhutla berarti menjaga masa depan generasi yang akan datang—sebuah narasi yang harus menjadi komitmen bersama.
Kegiatan serupa akan terus digelar secara berkelanjutan. Koramil 04/Sarolangun menegaskan bahwa pencegahan adalah prioritas strategis. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara negara dan warga. Karena melindungi hutan sejatinya bukan sekadar menjaga pohon, melainkan merawat kehidupan. Saat aparat dan masyarakat berjalan beriringan, kita sedang menulis cerita tentang tanggung jawab, bukan sekadar menunggu bencana datang.












