Jurnal1Jambi.com,- Lembah Masurai, 24/7/2025 – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali membayangi seiring masuknya musim kemarau. Menyikapi hal ini, Babinsa Koramil 420-06/Muara Siau, Serda Edi Soni, menggelar kegiatan sosialisasi dan patroli Karhutla di Desa Durian Mukut, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi. Upaya ini menjadi bagian dari langkah preventif TNI AD dalam mendukung program pemerintah menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam sosialisasinya, Serda Edi Soni menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta menjelaskan dampak destruktif Karhutla. “Patroli dan sosialisasi ini penting untuk mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya Karhutla, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pembakaran lahan bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat polusi asap, bahkan berimplikasi hukum bagi pelakunya.
Tak berhenti pada edukasi, kegiatan ini juga disertai patroli rutin di titik-titik rawan kebakaran di sekitar desa. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada aktivitas pembukaan lahan dengan cara bakar, serta mendeteksi dini potensi kebakaran agar segera dapat ditangani sebelum meluas. Strategi ini menegaskan bahwa pencegahan lebih efektif daripada penanggulangan.
Kepala Desa Durian Mukut menyambut baik langkah TNI ini, dan menegaskan komitmen warga untuk berkolaborasi menjaga lingkungan. “Kami siap bekerja sama dengan Babinsa dan aparat terkait agar wilayah kami bebas dari kebakaran hutan,” ungkapnya. Kolaborasi masyarakat dengan aparat keamanan menjadi kunci sukses pencegahan Karhutla di wilayah pedesaan.
Kegiatan ini mencerminkan tanggung jawab bersama dalam melindungi hutan yang merupakan sumber kehidupan. Karhutla bukan sekadar isu lokal, melainkan persoalan yang berdampak luas mulai dari krisis kesehatan, kerugian ekonomi, hingga kerusakan ekosistem. Sosialisasi ini diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar kewajiban musiman.
TNI AD melalui jajaran Koramil menegaskan komitmennya untuk melakukan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas aparat, tetapi kolaborasi lintas elemen: pemerintah, masyarakat, dan institusi pertahanan. Karena menjaga bumi bukan slogan, melainkan aksi nyata yang harus terus digelorakan.












