Jurnal1Jambi.com,- Sarolangun, 16/7/2025 – Mencegah kebakaran hutan tak cukup hanya dengan larangan. Ia butuh pendekatan, kesadaran, dan keterlibatan. Itulah yang dilakukan Serka Azhari, Babinsa Desa Sungai Baung, Kecamatan Batang Asai, saat turun langsung ke dusun-dusun binaannya. Lewat kegiatan komunikasi sosial (komsos), ia merangkul warga sekaligus menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.
Bukan sekadar patroli, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat adalah upaya merawat kedekatan antara TNI dan rakyat. Di kampung-kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota, Serka Azhari menyambung silaturahmi, membangun jembatan kepercayaan, dan menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dengan cara yang membumi.
“Komsos ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di sini, kami tak hanya menjaga, tapi juga mendengarkan,” ujarnya di sela-sela perbincangan hangat bersama warga Dusun Sungai Baung. Tak hanya menyampaikan larangan membakar lahan, ia mengajak warga memahami konsekuensi ekologis dan sosial dari Karhutla.
Musim kemarau adalah musim siaga. Satu api bisa melahap ribuan hektare. Karena itu, edukasi diberikan dengan bahasa yang mudah dipahami—bukan menggurui, tapi menyadarkan. Serka Azhari menekankan pentingnya gotong royong, kewaspadaan, dan budaya saling menjaga sebagai benteng pertama menghadapi ancaman kebakaran.
Dengan pendekatan humanis, Babinsa tak hanya tahu apa yang terjadi di permukaan. Ia mampu membaca gejala sosial, menangkap keresahan warga, dan bertindak cepat sebelum masalah membesar. “Komunikasi yang rutin adalah kunci. Di situlah kita bisa mendeteksi potensi persoalan sejak dini,” tegasnya.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya dinanti, tapi dirasakan manfaatnya. Warga merasa dihargai, dilibatkan, dan dilindungi. Karena menjaga hutan bukan tugas negara semata—ia adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari satu percakapan yang penuh kepedulian.












