Jurnal1Jambi.com,- Sarolangun, 16/7/2025 – Di tengah ancaman laten kebakaran hutan dan lahan (karhutla), langkah preventif jadi lebih dari sekadar rutinitas—ia adalah bentuk kepedulian nyata terhadap bumi. Babinsa Koramil 420-03/Pauh, Serda Muhammad Iqbal, bersama warga Desa Petiduran Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, kembali menyisir wilayah-wilayah rawan api dalam patroli rutin, Rabu pagi.

Fokus utama patroli ini bukan hanya deteksi dini, tetapi juga edukasi. Sosialisasi langsung kepada warga menjadi ujung tombak pencegahan. “Kami menyasar lahan gambut, hutan lindung, dan area perkebunan. Ini bukan soal pengawasan semata, tapi membangun kesadaran kolektif,” ujar Serda Iqbal.

Ia mengingatkan, satu puntung rokok bisa menyulut bencana lintas batas. Kabut asap tak kenal administrasi desa. Ekosistem yang rusak, gangguan pernapasan, dan kerugian ekonomi hanyalah sebagian dari efek domino karhutla yang sulit dihentikan jika sudah menyebar.

Tak sebatas patroli visual, pendekatan humanis juga dikedepankan. Masyarakat diajak berdialog, mendengarkan, sekaligus diberi pemahaman bahwa membuka lahan dengan api adalah jalan pintas yang penuh risiko. Terlebih di musim kemarau, potensi percikan api berubah menjadi bara yang sulit dijinakkan.

Patroli ini juga menjadi simbol sinergi. Babinsa tak berjalan sendiri. Dukungan dari Manggala Agni, kepolisian, hingga perangkat desa menguatkan barisan. Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu pihak, tapi ikhtiar bersama.

Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, diharapkan masyarakat tak hanya tahu, tapi juga mau bertindak. Karena mencegah lebih murah dari memadamkan, dan menjaga alam hari ini adalah warisan untuk generasi esok.

share this :