Jurnal1Jambi.com,- Sarolangun, 1/07/2025 – Di tengah panas terik ladang jagung, seorang prajurit TNI menyingsingkan lengan bajunya, bukan untuk berperang, tapi untuk memanen. Kopda Musdar, Babinsa Desa Sungai Baung, turun langsung membantu petani memetik hasil bumi bukan pencitraan, tapi bentuk nyata dari kedekatan aparat dengan rakyat.
Kegiatan ini dilakukan bukan karena keharusan dinas, melainkan karena kesadaran akan pentingnya menjaga kemanunggalan TNI dan masyarakat. Di atas tanah RT 11, milik seorang petani bernama Ibu Halimah, Kopda Musdar menyatu bersama warga. Tak ada jarak, tak ada pangkat yang ada hanya gotong royong.
“Jika ada kendala di lapangan, jangan ragu melapor. Kita ingin masalah diselesaikan sejak dini, baik soal pertanian maupun urusan lainnya,” ujar Kopda Musdar. Pesan itu sederhana, tapi mengandung makna dalam: ketahanan pangan juga butuh ketahanan komunikasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional, sekaligus membangun kepercayaan sosial yang mulai langka di era penuh sekat ini. Sebab TNI hari ini bukan lagi sekadar penjaga batas negara, tapi juga penyambung harapan para petani kecil.
Ibu Halimah, melalui anaknya, menyampaikan rasa terima kasih. Bukan karena hasil panen melimpah, tapi karena ia merasa tidak sendiri.
Di ladang itu, panen bukan sekadar hasil. Ia menjadi simbol: bahwa negara masih hadir—bukan hanya lewat kebijakan, tapi lewat tangan-tangan yang mau ikut memetik jagung.











