Jurnal1Jambi.Com,- Tebo, 30/5/2025 — Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait larangan warga melintasi kawasan PT SKU di Desa Muara Kilis, Kabupaten Tebo, pihak manajemen perusahaan akhirnya angkat bicara. Melalui pernyataan resmi, Manajer PT SKU Desa Muara Kilis, Agung HP.S, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

“Perlu kami luruskan bahwa tidak ada larangan bagi warga yang ingin melintas di kawasan PT SKU. Yang berlaku adalah prosedur standar operasional untuk kendaraan pengangkut buah sawit, bukan mobil pribadi,” ujar Agung dalam keterangannya pada Jumat (30/5/2025) di kantor besar PT SKU Muara Kilis.

Agung menjelaskan bahwa setiap truk yang membawa muatan buah sawit memang wajib diperiksa oleh petugas keamanan perusahaan, terlebih jika melintas pada malam hari. Hal ini dilakukan demi keamanan serta memastikan legalitas muatan. Namun, untuk mobil pribadi, pihak perusahaan tidak pernah membatasi atau melarang untuk melintas, bahkan akses portal dibuka selama 24 jam penuh.

Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan bukan bertujuan menghalangi aktivitas masyarakat, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan keamanan di area sekitar. “Kalau mobil pribadi lewat, silakan. Kami tidak pernah melarang. Yang kami periksa hanya kendaraan yang membawa sawit karena harus dipastikan dari mana asalnya,” tambahnya.

Agung juga menyampaikan bahwa petugas keamanan PT SKU justru diberi arahan untuk membantu masyarakat yang melintas jika mengalami kendala, seperti ban bocor, kehabisan bahan bakar, atau butuh istirahat sejenak. “Kami tekankan bahwa tugas sekuriti tidak hanya menjaga, tapi juga memberi bantuan kepada warga yang membutuhkan di sepanjang jalur lintasan perusahaan,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Agung meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu benar sumbernya. Pihak perusahaan, katanya, akan terus menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat sekitar demi menjaga hubungan yang baik dan transparan. “Media sosial bebas, tapi kebenaran harus tetap dijaga. Kami di sini hanya menjalankan prosedur dan membantu warga semampu kami,” tutupnya.

share this :