Jurnal1jambi.com,- Pangdam II/Sriwijaya, Ujang Darwis, melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Babatan, wilayah Semendo Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat 08/05/2026. Kunjungan tersebut tidak hanya difokuskan pada peninjauan kesiapan tempur prajurit Yonif 147/KGJ, tetapi juga diwarnai kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar daerah latihan.

Dalam kunjungan itu, Pangdam didampingi Brigjen TNI Lalu Habibburahim Wiradarma bersama sejumlah pejabat utama Kodam II/Sriwijaya, mulai dari Asrendam, Asintel, Asops, Aster hingga para Kabalakdam dan Dandim 0404/Muara Enim. Agenda utama kunjungan adalah meninjau langsung pelaksanaan Latihan Penyiapan Satuan Siap Operasi (PSSB) Yonif 147/KGJ yang melibatkan sekitar 450 personel latihan.

Setibanya di lokasi daerah latihan, Pangdam bersama rombongan lebih dahulu menyapa warga dan menyerahkan bantuan paket sembako. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat bukan hanya memperlihatkan kesiapan pertahanan, tetapi juga menegaskan bahwa TNI memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat di wilayah sekitar.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan paparan kesiapan latihan dari Kasiopslat dan Dansatgas Yonif 147/KGJ terkait kesiapan personel maupun materiil. Dalam peninjauan tersebut, Pangdam turut melihat penggunaan teknologi digitalisasi dalam simulasi perencanaan patroli keamanan, sebuah langkah yang menunjukkan modernisasi latihan militer di tengah perkembangan tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Selain itu, Pangdam juga meninjau langsung kemampuan prajurit dalam latihan menembak Senjata Bantuan Lintas Datar (Senban Lintar). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan tempur satuan sekaligus mengukur kemampuan teknis dan taktis prajurit sebelum menghadapi penugasan di lapangan.

Menutup rangkaian kegiatan, Mayjen TNI Ujang Darwis memberikan pengarahan kepada seluruh peserta latihan agar terus menjaga disiplin dan profesionalisme. “Latihan adalah kesejahteraan bagi prajurit. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan teknis dan taktis agar siap menghadapi segala dinamika di lapangan,” tegasnya. Di balik kerasnya latihan militer, tersimpan pesan bahwa kekuatan pertahanan sejatinya bukan hanya soal senjata, tetapi juga kedekatan dengan rakyat yang menjadi fondasi utama pertahanan negara.

share this :