Jurnal1jambi.com,- Banjir akibat curah hujan tinggi melanda Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun pada 26/04/2026, merendam puluhan rumah dan fasilitas umum. Korem 042/Gapu bergerak cepat turun ke lokasi untuk membantu evakuasi warga serta menyalurkan bantuan darurat di sejumlah titik terdampak.

Di Kabupaten Merangin, luapan Sungai Batang Tembesi menjadi pemicu utama banjir yang menggenangi permukiman, khususnya di Kecamatan Pamenang Selatan. Desa Pulau Bayur dan Desa Selango tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling signifikan, dengan puluhan rumah terendam dan sebagian mengalami kerusakan.

Komandan Kodim 0420/Sarko, Letkol Inf Yakhya Wisnu Ariyanto, menegaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel untuk membantu masyarakat. “Sebagai aparat teritorial, kami akan selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi, termasuk saat terjadi bencana alam seperti ini,” ujarnya, seraya memastikan evakuasi dan pendataan berjalan optimal.

Banjir ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, hingga jembatan gantung. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat yang harus menghadapi kerugian material dan terganggunya aktivitas sehari-hari.

Respons cepat aparat menjadi penopang awal di tengah keterbatasan, namun persoalan banjir berulang menuntut langkah yang lebih dari sekadar penanganan darurat. Pengelolaan daerah aliran sungai, mitigasi risiko, serta perencanaan tata ruang menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda.

Kini, ketika air perlahan surut, yang tersisa bukan hanya lumpur dan puing, tetapi juga harapan akan solusi jangka panjang. Bencana ini kembali mengingatkan, bahwa kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan keharusan di wilayah yang kerap bersentuhan dengan risiko alam. (Penrem 042/Gapu)

share this :