Jurnal1jambi.com,- Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, SP., MM., M.Si., resmi dilantik sebagai Ketua Badan Pimpinan Wilayah (BPW) Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Provinsi Jambi periode 2026–2031. Pelantikan digelar di Hotel BW Luxury Jambi, Kota Jambi, Sabtu (14/02/2026), menyusul hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) PISPI Jambi yang menetapkan dirinya sebagai ketua terpilih.

Pelantikan kepengurusan PISPI Provinsi Jambi kali ini mengusung tema “Membangun Optimisme Sektor Pertanian, Revitalisasi Peran Sarjana Pertanian Menuju Kedaulatan Pangan Jambi”. Tema tersebut mencerminkan dorongan kuat agar sektor pertanian tetap menjadi fondasi penting pembangunan daerah di tengah dinamika ekonomi dan tantangan ketahanan pangan.

Dalam sambutannya, Dr. Bambang Bayu Suseno menegaskan komitmennya untuk menjadikan PISPI sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi lintas sektor guna mendukung ketahanan pangan yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga distribusi dan tata kelola berkelanjutan.

“Terpilihnya saya bukan sekadar amanah organisasi, melainkan amanah untuk memperkuat posisi pertanian Jambi sebagai tulang punggung ekonomi. PISPI harus menjadi wadah inovasi bagi para sarjana pertanian dalam menghadirkan solusi nyata bagi petani, sekaligus berperan dalam pengendalian inflasi daerah,” ujar Bambang Bayu Suseno.

Ia juga menyoroti potensi besar sumber daya manusia di Provinsi Jambi. Menurutnya, PISPI telah berdiri lebih dari satu dasawarsa sebagai wadah berhimpunnya para sarjana pertanian. Di Jambi sendiri, berbagai perguruan tinggi terus melahirkan lulusan di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan kedaulatan pangan.

Dengan kepengurusan baru ini, PISPI Provinsi Jambi diharapkan mampu memperkuat kontribusi intelektual dan profesional para sarjana pertanian dalam pembangunan daerah. Sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dinilai menjadi kunci untuk mendorong sektor pertanian yang adaptif, produktif, dan berdaya saing. (Noval)

share this :