Jurnal1jambi.com,- KOREM 042/Gapu menggelar Ziarah Rombongan di Taman Makam Pahlawan Satria Bhakti Kota Jambi, Rabu pagi (11/12/2025), sebagai penanda peringatan Hari Juang TNI AD Ke-80. Dipimpin langsung Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto S.E., M.Sc., kegiatan ini diikuti jajaran pejabat Korem, prajurit, PNS, dan Persit dalam suasana yang tertib dan penuh penghormatan.

Rangkaian ziarah dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, kemudian peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan, serta tabur bunga di pusara para kusuma bangsa. Setiap langkah dalam prosesi ini seolah menjadi pengingat sunyi bahwa kemerdekaan tidak pernah hadir tanpa pengorbanan, dan bahwa warisan sejarah selalu membutuhkan penjaga moral di masa kini.

Dalam keterangannya, Danrem menegaskan bahwa Hari Juang TNI AD bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat jati diri tentara sebagai kekuatan rakyat yang hadir di tengah masyarakat. “Ziarah rombongan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang pendahulu. TNI AD akan selalu hadir menjaga keamanan, melindungi rakyat, dan menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya nilai kepahlawanan sebagai fondasi moral generasi penerus. Baginya, keteladanan para pahlawan bukan hanya cerita sejarah, melainkan energi perjuangan yang terus relevan di tengah tantangan baru. “Semangat juang dan pengorbanan para pahlawan menjadi kekuatan untuk melaksanakan tugas pengabdian dengan baik,” tegas Danrem.

Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang TNI AD yang digelar serentak di berbagai satuan. Tradisi ini tidak hanya mempererat kontinuitas sejarah TNI AD, tetapi juga memperjelas posisinya sebagai institusi yang tumbuh bersama rakyat di mana kedekatan sosial menjadi kekuatan strategis yang tak tergantikan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Korem 042/Gapu kembali menegaskan komitmennya menjaga amanah para pendahulu dan memperkuat hubungan TNI AD dengan masyarakat. Di tengah dinamika kehidupan berbangsa, komitmen ini menjadi pengingat bahwa stabilitas dan keutuhan wilayah selalu memerlukan sinergi antara nilai sejarah, keteguhan prajurit, dan kepercayaan rakyat.

share this :